Loading
Foto ilustrasi: David Mark dari Pixabay
ARAHDESTINASI.COM: Sektor pariwisata domestik China pulih 75% saat puncak musim libur nasional dalam rangka Festival Kue Bulan yang tahun ini jatuh di awal Oktober 2020.
Pada hari libur tersebut, pergerakan wisatawan domestik Negeri Tirai Bambu itu mencapai 97 juta orang.
“Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tingkat kunjungan wisatawan domestik tahun ini sebesar 73,8 persen,” demikian pernyataan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China (MCT) seperti dikutip Antara dari media resmi setempat.
Pada puncak musim libur yang kerap disebut sebagai golden week, pariwisata China meraup pendapatan sebesar 76,65 miliar yuan (Rp167,8 triliun) atau 68,9 persen dari total pendapatan periode yang sama tahun lalu.
Negara itu mencananangkan libur nasional selama delapan hari, dan tahun ini dimulai Kamis (1/10). Selama golden week, sudah menjadi tradisi bagi warga China untuk meningkatkan konsumsi dan perjalanan ke berbagai tujuan.
Beberapa pengamat menyebutkan, pergerakan wisatawan domestik menunjukkan tingkat konsumsi China mulai pulih. Jumlah pemudik yang menggunakan jasa kereta api pada Kamis (1/10) saja ditaksir mencapai 14,8 juta orang.
Sekitar 3,1 juta penumpang menggunakan kereta api ke kota-kota di sekitar aliran Sungai Yangtze, seperti Shanghai, Nanjing, dan Hangzhou. Angka itu memecahkan rekor jumlah penumpang harian sepanjang tahun ini.
MCT memperkirakan jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat pada golden week tahun ini mencapai 54 juta atau naik tiga persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Jumlah pelaju pada musim libur hari nasional dan Festival Kue Bulan pada tahun ini diperkirakan mencapai 600 juta.
Jika perkiraan tersebut terealisasi, hingga Kamis (8/10) tingkat kepulihannya sudah mencapai 70 persen.
Pada tahun lalu, jumlah pelaju domestik selama liburan golden week mencapai 782 juta dan total pendapatan yang diraup sektor pariwisata sebesar 649,7 miliar yuan.
"Keyakinan dan keinginan untuk traveling sudah mulai tampak setelah epidemi. Agen perjalanan, objek wisata, dan hotel juga menawarkan berbagai promosi," kata Direktur Pusat Penelitian Keuangan Digital pada Central University of Finance and Economics, Chen Bo. (*)