Rabu, 28 Januari 2026

Penerbangan 29 Jam China Eastern Jadi yang Terpanjang di Dunia


  • Senin, 15 Desember 2025 | 13:00
  • | News
 Penerbangan 29 Jam China Eastern Jadi yang Terpanjang di Dunia Penerbangan 29 Jam China Eastern Jadi yang Terpanjang di Dunia. (Ilustrasi Foto Wikipedia)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Penerbangan komersial terpanjang di dunia resmi tercatat setelah China Eastern Airlines menyelesaikan rute Shanghai menuju Buenos Aires dengan total waktu tempuh mencapai 29 jam. Rute baru ini menempuh jarak sekitar 12.400 mil atau hampir setengah keliling bumi.

Penerbangan perdana tersebut berangkat dari Shanghai pada Kamis, 4 Desember, pukul 02.00 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Ezeiza, Buenos Aires, pada pukul 16.45 waktu setempat, atau 10 menit lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Dalam operasinya, pesawat Boeing 777-300ER tersebut singgah di Auckland, Selandia Baru, untuk pengisian bahan bakar serta rotasi awak. Dengan adanya pemberhentian ini, rute tersebut tidak dikategorikan sebagai penerbangan nonstop terpanjang di dunia, namun tetap menjadi rute penerbangan komersial terpanjang secara keseluruhan.

Perjalanan dari Tiongkok ke Argentina, dilansir The Independent, memakan waktu lebih dari 25 jam, sementara penerbangan kembali membutuhkan tambahan sekitar empat jam. Total durasi inilah yang menjadikan rute Shanghai–Buenos Aires sebagai penerbangan komersial terlama yang saat ini beroperasi.

Sejumlah perayaan digelar untuk menandai pencapaian ini. Acara peresmian berlangsung di Shanghai dan Buenos Aires, sementara Auckland mengadakan penyambutan khusus bagi pesawat yang singgah di bandara tersebut.

Pesawat Boeing 777-300ER berkapasitas 316 kursi ini dijadwalkan melayani rute tersebut dua kali dalam sepekan sepanjang tahun. Layanan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan komunitas diaspora Asia Timur di Argentina, yang tercatat sebagai salah satu kelompok dengan pertumbuhan tercepat di negara Amerika Selatan itu.

China Eastern Airlines menyatakan rute baru ini mengisi kekosongan konektivitas udara langsung antara Shanghai dan kota-kota besar di Amerika Selatan. Maskapai itu juga menyebut layanan tersebut membuka koridor selatan yang menghubungkan kawasan Pasifik dan membentuk pola baru perjalanan udara lintas tiga benua.

Dengan peluncuran rute ini, China Eastern melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Singapore Airlines melalui penerbangan sekitar 19 jam antara New York dan Singapura.

Sementara itu, maskapai nasional Australia, Qantas, telah mengumumkan rencana Project Sunrise yang menargetkan penerbangan nonstop dari Sydney ke London dan New York. Penerbangan tersebut dirancang mampu menempuh perjalanan hingga 22 jam tanpa henti dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru