Rabu, 29 April 2026

PWI Sarankan Pengembangan Desa Wisata di Era New Normal


  • Senin, 27 Juli 2020 | 21:48
  • | News
 PWI Sarankan Pengembangan Desa Wisata di Era New Normal Foto ilustrasi: Dok Hilda
ARAHDESTINASI.COM: Ketua Departemen Pariwisata Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Pusat Hilda Ansariah Sabri mengatakan pengembangan desa wisata harus terus ditingkatkan apalagi di era new normal.
 
"Desa wisata adalah salah satu dari implementasi sustainable tourism atau disebut konsep pariwisata berkelanjutan. Setelah banyak negara melonggarkan aturan dan mencabut lockdown akibat pandemi global COVID-19, trend berwisata masyarakat dunia adalah berkunjung ke desa-desa wisata," ujarnya dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.
 
Menurut Hilda, program kerja departemen pariwisata PWI Pusat adalah membina atau membentuk desa-desa wisata yang jarak tempuhnya hanya sekitar satu jam dari bandara maupun dari pusat kota Kabupaten/ Provinsi.
 
"Selama ini desa wisata yang ada jarak tempuhnya bisa 4-7 jam dari ibukota provinsi maupun kabupaten, sehingga kurang strategis untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara karena akses, atraksi dan amenitas ( 3A) menjadi kuncinya," kata Hilda.
 
Wanita yang juga Pemimpin Umum/ Pemimpin Redaksi portal berita wisata Bisnis Wisata dan E-Magz EXPLORE ini mengatakan jika desa wisata jarak tempuhnya dekat ke bandara atau ke ibukota kabupaten maupun provinsi, mudah bagi wisatawan untuk datang menikmati kuliner, suvenir, keseharian warga desa termasuk berfoto dengan baju daerah setempat.
 
Ditanya tentang proyek percontohan yang sudah atau akan dilakukan oleh PWI Pusat, Hilda mengatakan bahwa sebagai organisasi profesi, maka PWI akan mengajak stakesholders terkait untuk mewujudkan, karena disetiap desa wisata juga ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang menjadi pengelola desa wisata.
 
"Pokdarwis inilah yang nanti bersama PWI Daerah maupun Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia ( IKWI) yang melakukan pembinaan, pelatihan, sehingga desa wisata tersebut bisa melayani wisatawan dengan baik dan pengurus Pokdarwis mahir mempromosikan lewat media sosial di websitenya masing-masing," katanya.
 
Mengenai Kabupaten atau Provinsi yang bisa mengembangkan desa wisata tanpa menunggu COVID-19 berakhir menurut Hilda adalah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
 
"Banyuwangi sudah ada bandara dan penerbangan langsung, jadi proyek percontohan pariwisata se Indonesia dan banyak bupati yang berkunjung ke sana untuk study banding,"  ungkapnya.
 
Sedangkan Banjarmasin jarak tempuh obyek wisata kurang dari satu jam adalah kawasan wisata Pasar Terapung di Kecamatan  Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.
 
"Ada lagi Banjar Baru lokasinya dekat bandara dan dekat Martapura pusat perdagangan atau perbelanjaan permata/intan terbesar se Indonesia bahkan dunia. Ada 6 kecamatan dan 35 kelurahan, sehingga saya mengharapkan Ketua PWI Kalsel Zainal Hilmi dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Dahnial Kifli bisa memilih lokasi yang tepat untuk pembinaan."
 
Menurut Hilda, tanpa harus menunggu pandemi Covid-19 berakhir, maka sinergi dari para stakeholder dapat mewujudkan desa wisata dengan konsep 3 A karena pembiayaan tidak selalu harus mengandalkan dana pemerintah.
 
"Semua perusahaan besar di Kalsel terutama sektor tambang bisa alokasikan dana CSR secara "keroyokan" untuk pariwisata daerahnya. Dana tidak besar yang penting political will. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres pernah mengatakan sektor pariwisata sebagai pilar pertumbuhan ekonomi yang dapat menjadi platform untuk mengatasi pandemi. Nah tunggu apalagi ?"

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru