Sabtu, 02 Mei 2026

Airy Tutup Permanen


  • Jumat, 08 Mei 2020 | 12:16
  • | News
 Airy Tutup Permanen Foto: kabarbisnis.com

ARAHDESTINASI.COM: Airy, agregator hotel melati di Indonesia akan menghentikan operasinya secara permanen pada akhir bulan ini.

Dalam salinan email ke mitra properti seperti dikutip dari Tech in Asia, disebutkan bahwa Airy akan mengakhiri perjanjian dengan mitra, mengikuti keputusan perusahaan untuk menghentikan kegiatan operasionalnya secara permanen.

Airy menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 telah mengancam hampir semua sektor bisnis, terutama pariwisata.

“Kami telah melakukan upaya terbaik untuk mengatasi dampak dari bencana internasional ini. Namun, dengan adanya penurunan yang signifikan dan pengurangan sumber daya manusia yang kami miliki, akhirnya kami memutuskan untuk menghentikan bisnis kami secara permanen, ”kata perusahaan itu dalam email.

Karena alasan itu, setelah 31 Mei 2020, Airy tidak dapat menyediakan layanan lagi untuk semua mitra.

Dalam sebuah wawancara pada bulan Maret, CEO Airy Louis Alfonso Kodoatie mengatakan bahwa perusahaan itu berputar menuju profitabilitas dalam upaya untuk mengurangi dampak pandemi yang telah mempengaruhi tingkat hunian Airy.

"Kami optimistis pandemi akan segera teratasi dan industri perjalanan dapat pulih. Dengan teknologi dan kualitas layanan yang tepat, kami yakin Airy dapat bangkit kembali lebih cepat dan memulihkan bisnis kami seperti sebelumnya.”

Namun, bulan lalu, dilaporkan bahwa startup itu memberhentikan sekitar 70% stafnya.

Didirikan pada tahun 2015, Airy memiliki jaringan 2.000 properti dengan lebih dari 30.000 kamar. Airy juga menjadi mitra strategis traveloka unicorn Indonesia.

Industri perjalanan dan perhotelan telah berjuang untuk bertahan hidup sejak pandemi Covid-19.

Oyo yang didukung SoftBank mengalami penurunan 50% hingga 60% pendapatan dan memaksa perusahaan tersebut untuk menerapkan pemotongan gaji dan cuti karyawan. Startup hotel hemat RedDoorz yang berbasis di Singapura juga menawarkan cuti sementara kepada para stafnya dan memberhentikan kurang dari 10% dari total tenaga kerjanya. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru