Rabu, 28 Januari 2026

Pariwisata Butuh Investasi Cerdas untuk Tumbuh Berkelanjutan


  • Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:45
  • | News
 Pariwisata Butuh Investasi Cerdas untuk Tumbuh Berkelanjutan Pariwisata Butuh Investasi Cerdas untuk Tumbuh Berkelanjutan. (Arahkita/Lintang)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Arah pengembangan pariwisata Indonesia ke depan membutuhkan investasi yang cerdas — bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kualitas manusia dan menjaga kelestarian lingkungan.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani, mengatakan pemerintah menargetkan investasi pariwisata hingga tahun 2029 mencapai Rp350 triliun, dengan lebih dari 50 persen difokuskan pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP).

“Angka ini bukan semata-mata tentang pembangunan fisik, tetapi tentang menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujarnya dalam forum Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2026 yang digelar Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) di Artotel Harmoni, Gajah Mada, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Ia menegaskan, keberhasilan investasi akan sangat ditentukan oleh kemampuan daerah dan pelaku industri untuk mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan agar menciptakan efek ganda bagi masyarakat lokal.

 

Di tingkat industri, kesadaran terhadap keberlanjutan kini mulai diterjemahkan dalam kebijakan dan praktik operasional. Salah satu contoh datang dari Artotel Group, yang menerapkan program The Art of Goodness sebagai wujud komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Kami tidak hanya mengejar profit, tapi juga bertanggung jawab terhadap people dan planet. ESG Report kini menjadi keharusan di bursa efek, dan kami terus mendorong investasi hijau, termasuk di sektor blue economy,” kata Eduard Rudolf Pangkerego, Chief Operating Officer Artotel Group.

Langkah ini menunjukkan bahwa sektor swasta memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan. Model bisnis yang memperhatikan keseimbangan antara profit, people, dan planet kini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga daya tahan industri di tengah tantangan perubahan iklim dan pergeseran preferensi wisatawan global.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan pariwisata Indonesia yang tumbuh inklusif, berdaya saing, dan tetap lestari.

Forum ITO 2026, yang mengusung tema “Navigasi Menuju Pariwisata yang Lestari, Berdaya, dan Menguntungkan,” menjadi wadah lintas sektor bagi pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, dan media untuk membahas arah baru pariwisata nasional di tengah dinamika global.

Sejak pertama kali digelar pada 2018, ITO hadir sebagai ajang refleksi tahunan untuk menilai sejauh mana industri pariwisata mampu tumbuh tanpa mengorbankan keberlanjutan. Tahun ini, fokus diskusi mengerucut pada strategi investasi hijau dan model bisnis bertanggung jawab.

 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru