Loading
Qatar Airways kembali beroperasi setelah wilayah udara Qatar dibuka usai konflik Timur Tengah. (madaninews)
JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM — Setelah sempat terganggu akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, Qatar Airways kembali mengoperasikan penerbangannya menyusul dibukanya kembali wilayah udara Qatar. Informasi ini diumumkan langsung oleh Qatar Airways Group dalam pernyataan resmi yang diterima media pada Selasa (24/6/2025).
Maskapai nasional Qatar ini menyampaikan bahwa mereka terus berkoordinasi erat dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memastikan pemulihan operasional berlangsung secepat dan seaman mungkin.
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan para penumpang bisa melanjutkan perjalanan atau kembali ke rumah dengan aman dan nyaman," ujar Qatar Airways dalam pernyataannya.
Sebagai langkah tanggap darurat, Qatar Airways menambah jumlah staf layanan darat di Bandara Internasional Hamad serta sejumlah bandara utama lainnya. Penambahan ini ditujukan untuk membantu penumpang terdampak, meminimalkan gangguan, serta memberikan layanan optimal di tengah situasi yang dinamis.
Qatar Airways juga mengimbau seluruh calon penumpang untuk selalu memperbarui informasi penerbangan melalui situs resmi qatarairways.com atau aplikasi mobile Qatar Airways, guna mengantisipasi potensi keterlambatan atau perubahan jadwal penerbangan.
Latar Belakang Ketegangan Regional
Gangguan terhadap penerbangan terjadi akibat meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah. Serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS Al Udeid di Qatar menjadi salah satu titik panas konflik, menyusul aksi balasan atas serangan udara Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Konflik ini bermula dari serangan militer Israel ke wilayah Iran pada 13 Juni, yang kemudian memicu serangkaian aksi balasan hingga memengaruhi stabilitas kawasan, termasuk operasional penerbangan sipil.