Selasa, 23 Juli 2024

Sungai Yarra Bernyanyi dan Riwayat Leptospirosis


  • Penulis Prof Tjandra Yoga Aditama
  • Sabtu, 15 Juni 2024 | 19:30
  • | Mancanegara
 Sungai Yarra Bernyanyi dan Riwayat Leptospirosis Bersepeda air di Sungai Yarra Melbourne. (Foto: Klook)

DALAM perjalanan untuk mengikuti Konperensi Ketahanan Kesehatan Global di Sydney maka saya menyempatkan diri mampir ke kota Melbourne. Tentu salah satu yang saya kunjungi adalah sungai Yarra (Yarra River) yang amat terkenal di Melbourne. 

Sungai ikonik ini sebenarnya panjangnya 242 km, bermula gunung  Baw Baw di arah timur laut Melbourne sampai ke muaranya di daerah Port Phillip Bay. 

Di pusat kota Melbourne, di pinggir sungai Yarra ada stasiun kereta api Flinders dengan bangunan berarsitektur indah, stasiun kereta api tertua di Australia yang didirikan sejak 1910. Kota Melbourne memang cukup terkenal dengan sejarah panjangnya. 

Hotel saya kali ini ada di Bourke street, dan waktu ada kesempatan jalan-jalan, di dekat hotel saya melihat prasasti gedung yang dijadikan pelayanan pos pertama di bumi selatan khatulistiwa, di tahun 1842, yaitu di Melbourne, di dekat persimpangan Jalan Elizabeth dan Jalan Bourke.

Di sepanjang sungai Yarra juga ada wisata naik kapal, di tepinya banyak restoran, orang jalan2 dan jogging, bersepeda dll.

prof

Pada awal Juni 2024 saat saya berkunjung  sedang ada acara The River sings di sungai Yarra, cukup banyak peminatnya.  Mungkin baik juga kalau ada acara serupa di negara kita, misalnya Ciliwung bernyanyi, atau Lagu dari Bengawan Solo dengan acara langsung di pinggir sungainya.

Dari sudut kesehatan, ada hal yang pernah dapat perhatian di sungai Yarra. Di awal tahun 2005 ada laporan dua orang olahragawan kayak di sungai ini terkena penyakit Leptospirosis, suatu penyakit yang di negara kita terkadang ditemui di waktu banjir karena tertular dari kencing tikus. 

Di tahun 2004 sebelumnya juga pernah dilaporkan kematian sekitar 100 ikan belut di daerah Clifton Hill sungai Yarra.  Juga di sekitar tahun 2004 itu pernah dilaporkan kadar E coli di sungai Yarra jauh di atas kadar baku mutu. Kesemua masalah itu tentu kemudian sudah diatasi dengan amat baik oleh pemerintah kota Melbourne. 

Pengalaman sungai Yarra ini kembali menunjukkan bahwa memang kehidupan di sungai di manapun di dunia dan juga di negara kita – tentu juga amat berhubungan dengan kesehatan manusia. Karena itu, marilah kita jaga kesehatan (dan keindahan) sungai-sungai di negara kita, agar jadi sehat, bermanfaat dan indah, dan banyak dipakai sebagai latar belakang turis berfoto juga.

 

Editor : Lintang Rowe
Penulis : Prof Tjandra Yoga Aditama

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Mancanegara Terbaru