Loading
Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ+ Berlabuh, Ribuan Wisatawan Gagal Singgah di Dua Kota Ikonik Deck. (Ilustrasi AI)
JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM – Keputusan pemerintah Turki menolak kapal pesiar khusus komunitas LGBTQ+ berlabuh di wilayahnya memicu perhatian dunia. Ribuan wisatawan yang sudah menjadwalkan perjalanan ke Kuşadası dan Istanbul akhirnya harus mengubah rute pelayaran mereka.
Pihak berwenang Turki menyatakan kapal tersebut tidak diizinkan singgah karena dinilai bertentangan dengan "nilai-nilai moral" dan tatanan masyarakat di negara itu. Keputusan ini menuai kritik dari penyelenggara pelayaran hingga sejumlah tokoh publik.
Dikutip dari The Independent, pelayaran yang berlangsung pada 5–15 Juli itu dioperasikan oleh Atlantis Events, perusahaan yang mengkhususkan diri pada perjalanan wisata bagi komunitas LGBTQ+.
Turki Tolak Kapal karena Alasan Moral
Kapal pesiar Scarlet Lady milik Virgin Voyages mengangkut sekitar 2.000 penumpang, sebagian besar berasal dari Amerika Serikat.
Semula kapal dijadwalkan berlayar dari Athena, mengunjungi sejumlah pulau di Yunani dan pesisir Dalmatia, lalu singgah di Kuşadası, dilanjutkan dua hari di Istanbul, sebelum berakhir di Trieste, Italia.
Namun, otoritas Provinsi Aydın menyatakan kapal tersebut tidak diizinkan memasuki pelabuhan karena disewa oleh kelompok yang dianggap memiliki perilaku yang tidak sesuai dengan tatanan masyarakat dan nilai moral Turki.
Penyelenggara: Semua Wisatawan Seharusnya Disambut
Presiden dan CEO Atlantis Events, Rich Campbell, mengaku kecewa dengan keputusan tersebut.
Menurutnya, sangat disayangkan negara yang sangat bergantung pada sektor pariwisata justru menolak kedatangan wisatawan hanya karena identitas komunitas yang mereka wakili.
Ia menilai kebijakan itu mengirimkan pesan bahwa tidak semua orang diterima untuk berkunjung ke Turki.
Campbell juga mengungkapkan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Atlantis Events mereka dilarang berlabuh di Turki.
Meski demikian, ia berharap suatu hari nanti perusahaan dapat kembali membawa wisatawan ke negara tersebut.
"Pertanyaan terbesar para tamu kami adalah, kapan kami bisa kembali ke Turki? Kami akan terus mencari jalan agar itu bisa terwujud," ujarnya.
Rute Dialihkan ke Mesir dan Yunani
Setelah penolakan tersebut, Atlantis Events membatalkan seluruh agenda singgah di Turki, termasuk kunjungan ke Istanbul.
Sebagai gantinya, kapal pesiar diarahkan menuju Kairo, Mesir, serta Pulau Kreta, Yunani.
Campbell mengatakan perubahan mendadak itu tidak mengurangi antusiasme para penumpang, dan pelayaran tetap berlangsung dengan baik.
Patti LuPone Ikut Bereaksi
Penyanyi dan aktris Amerika Patti LuPone, yang dijadwalkan tampil dalam pelayaran tersebut, juga menyampaikan kekecewaannya melalui media sosial.Ia mengaku terkejut karena kapal berisi ribuan wisatawan ditolak hanya karena identitas komunitas para penumpangnya.
Menurut LuPone, para tamu di kapal tersebut layak mendapatkan perlakuan yang lebih baik.
Situasi Hak LGBTQ+ di Turki
Secara hukum, hubungan sesama jenis tidak dikriminalisasi di Turki. Namun, komunitas LGBTQ+ belum memiliki perlindungan hukum khusus terhadap diskriminasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Presiden Recep Tayyip Erdoğan kerap melontarkan kritik terhadap komunitas LGBTQ+ dalam berbagai pidatonya.
Pemerintah Turki juga telah melarang penyelenggaraan Istanbul Pride sejak 2015. Berbagai upaya kelompok masyarakat untuk tetap menggelar acara tersebut beberapa kali dibubarkan aparat keamanan. Bahkan, pada pekan lalu sedikitnya 50 orang dilaporkan ditangkap saat mengikuti kegiatan Pride di Istanbul.
Hingga berita ini ditulis, The Independent melaporkan telah meminta tanggapan kepada otoritas Provinsi Aydın, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
Turki, serta Dewan Pariwisata Turki. Namun, belum ada pernyataan resmi yang diberikan.