Kamis, 29 Januari 2026

10 Surga di Sumba Barat Daya


 10 Surga di Sumba Barat Daya Suasana di Kampung Adat Sumba Barat Daya/Foto: dok Dinas Pariwisata Sumba Ba

SUMBA Barat Daya punya banyak objek wisata alam dan budaya yang bisa bikin wisatawan terperangah. Pasola, senja indah, pantai, kampung adat, dan sebagainya. Berikut 10 objek wisata yang mesti didatangi.

Way KeloLokasinya hanya sekitar 10 menit dari Tambolaka, Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat Daya. Ada satu restoran yang bisa dijadikan basecamp sembari menunggu matahari tenggelam. Bersiaplah terperangah, menyaksikan senja luar biasa indah, dengan semburat langit berwarna pink.

Kampung Adat WainyapuWainyapu salah satu kampung adat yang mempesona. Bangunan berujung tinggi beratap rumbia mewarnai perkampungan tersebut, lengkap dengan deretan batu kubur. Datang saat Pasola dilaksanakan adalah pilihan waktu yang tepat. Saat itu, Wainyapu luar biasa ramai. Rumah-rumah adat sibuk dengan aktivitas memasak, untuk menyambut sanak keluarga yang datang untuk meramaikan Pasola. Wainyapu menawarkan pemandangan eksotis. Kampung adat itu bisa ditempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Tambolaka, Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat Daya.

Pantai RatenggaroWajib dikunjungi. Hamparan pantai berpasir putih, muara, atap-atap rumah adat, padang rumput, dan anak-anak serta pemuda yang asyik bermian kuda, membentuk perpaduan pemandangan luar biasa indah. Pantai ini bisa dinikmati setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari Tambolaka.

Kampung RatenggaroIni kampung adat yang juga mesti dikunjungi. Lokasinya berdekatan dengan Pantai Ratenggaro. Bersiaplah terpesona dengan suasana pedesaan yang hidup. Para tetua asyik menginang, anak-anak bersenda-gurau, hamparan kain tenun dan kerajinan di depan rumah adat, dan tentu babi serta anjing yang berkeliaran. Desa Adat Matili salah satu surga bagi pecinta wisata budaya dan fotografer.

Wee KuriWe Kuri menawarkan pemandangan laguna dengan air biru kehijauan yang sangat bening. Tak jauh dari laguna ada jorokan tebing yang melengkapi pemandangan. Sudah ada jembatan kayu yang bisa digunakan untuk menantikan matahari terbenam. We Kuri menawarkan pemandangan indah penuh warna. Lautan lepas, langit biru, dan juga laguna dengan gradasi warna biru kehijauan yang sangat bening. Belum lagi warna senja yang mempesona.

Batu MalandongIni pantai luas dengan hiasan batu-batu besar. Pantainya masih alami dan berpasir putih, Batu Malandong berjarak sekitar 60 km dari Tambolaka.

Tanjung MarehaBenar-benar tempat mempesona. Setiap sudut menawarkan objek foto cantik. Di ketinggian bukit batu, terlihat pemandangan indah Pantai Malandong dan Pantai Bawana. Tanjung Mareha menjadi tempat yang menyenangkan untuk menikmati keindahan dan bersantai, sembari menyeruput kelapa muda.

BawanaWisatawan asing selalu mengatakan WOW dan WOW! Meski medan untuk mencapai Pantai Bawana lumayan berat dan terjal. Namun, semua perjuangan dan rasa lelah langsung terbayar begitu sampai ke bawah. Hamparan pantai berpasir putih, dan batu berlubang yang indah. Bawana.

Air Terjun Pabeti LakeraMencapai air terjun ini, buat sebagian orang perlu tenaga ekstra. Meski sudah ada tangga, namun, jarak setiap tangga benar-benar tinggi. Namun, setiba di air terjun, udara sejuk langsung menghilangkan lelah. Gemericik tiga aliran air terjun juga membuat pikiran menjadi tenang.

Kampung Adat DeliKampung adat Deli menarik dikunjungi. Melihat aktivitas masyarakat dan melihat masyarakat masih menggunakan baju adat, kulit kayu. Waktu tempuh dari Tambolaka hanya sekitar 1 jam perjalanan darat.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Jawa Tengah Terbaru