Rabu, 28 Januari 2026

Monumen Plataran Jadi Pusat Pertunjukan Seni Budaya


  • Selasa, 18 September 2018 | 19:21
  • | News
 Monumen Plataran Jadi Pusat Pertunjukan Seni Budaya Foto: Dok Kemendes PDTT

ARAHDESTINASI.COM: Ada Monumen Plataran di Dusun Plataran, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Monumen itu menjadi ikon pariwisata Desa Selomartini.

Kepala Desa Selomartani Widayanti, mengatakan kawasan Monumen Plataran akan Mdikembangkan menjadi tempat pertunjukkan seni dan budaya. “Kami akan terus berupaya agar monumen ini bisa menarik wisatawan lokal dan luar negeri, sehingga bisa memutar roda ekonomi masyarakat. Desa kami kaya seni dan budaya. Kami punya sanggar ketoprak, dalang, wayang kulit, wayang orang, jatilan, dan masih banyak lagi. Semua itu bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata,” katanya.

Monumen Plataran sendiri kaya kisah sejarah. Pada Februari 1949, Plataran itu menjadi saksi pertempuran perwira alumni Akademi Militer Yogya dan taruna MA Yogya bertempur menghadapi Tentara Belanda. Keberadaan Monumen Plataran sebagai destinasi wisata dapat dikombinasikan dengan objek-objek lain di Desa Selomartani seperti Candi Kalasan, Candi Sambisari, dan sebagainya.

Pasar DesaSebagian besar penduduk Desa Selomartani adalah petani. Tanah di desa itu subur karena terletak di lereng Gunung Merapi dan diapit dua sungai besar. Meski demikian, masih dibutuhkan beragam program yang bisa membantu perputaran roda ekonomi masyarakat. Dana desa disebut Wijayanti, sangat membantu pelaksanaan berbagai program yang bisa membuat masyarakat mandiri, mulai dari pertanian higga pariwisata.

Pembangunan pasar desa misalnya, sangat bermanfaat, menjadi pusat penjualan berbagai produksi yang dihasilkan masyarakat, termasuk pertanian. Dana desa juga digunakan untuk membantu permodalan masyarakat agar tak terlilit bunga rentenir. “Kita sepakat menggunakan dana desa sebesar Rp150 juta bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) membuat Bank BUMDes yang intinya membantu memberi pinjaman modal pada masyarakat,” papar Widayanti.

Direktur BUMDes Selo Cahaya Sri Sumponi, menjelaskan, bunga yang diberlakukan BUMDes jauh di bawah rentenir yang bisa menarik hingga 20%. Bank BUMDes hanya menerapkan tiga variasi bunga, yakni, 0,5%, 1%, dan 1,5%. “Kalau pinjamannya mingguan kena bunga 0,5%. Pinajaman sampai lima bulan 1%. Para pedagang menerima utuh, tidak ada potongan biaya administrasi,” katanya.

Pengelolaan dana desa yang benar, terbukti sangat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sektor pariwisata, pembangunan pasar, dan pemberian pinjaman modal melalui Bank BUMDes hanya tiga dari sekian banyak program yang dijalankan Desa Selomartani. (*)

 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru