Senin, 22 April 2024

BMKG Imbau Wisatawan Waspadai Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jabar dan Yogyakarta


  • Minggu, 10 Maret 2024 | 20:30
  • | News
 BMKG Imbau Wisatawan Waspadai Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jabar dan Yogyakarta Foto ilustrasi wisatawan bermain di pantai Antaranews

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau wisatawan yang mengunjungi pantai selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di laut selatan Jabar-DIY itu.

"Pada liburan akhir pekan yang dilanjutkan dengan libur Hari Raya Nyepi pada Senin (11/3) dan Cuti bersama pada Selasa (12/3) seperti saat sekarang, dapat dipastikan sebagian masyarakat berwisata dengan mengunjungi pantai. Oleh karena itu, kami kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di pantai-pantai Jabar dan Yogyakarta yang berlaku hingga hari Senin (11/3), dan akan segera diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap Jawa Tengah, Minggu (10/3).

 

Menurut dia, peringatan dini gelombang tinggi tersebut dikeluarkan karena di wilayah perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY berpotensi mencapai kisaran 2,5-4 meter, sehingga masuk kategori tinggi.

Wilayah yang berpotensi terjadi gelombang tinggi meliputi meliputi perairan selatan Sukabumi, perairan selatan Cianjur, perairan selatan Garut, perairan selatan Tasikmalaya, perairan selatan Pangandaran, perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo, dan perairan selatan Yogyakarta.

Selanjutnya, Samudra Hindia selatan Sukabumi, Samudra Hindia selatan Cianjur, Samudra Hindia selatan Garut, Samudra Hindia selatan Tasikmalaya, Samudra Hindia selatan Pangandaran, Samudra Hindia selatan Cilacap, Samudra Hindia selatan Kebumen, Samudra Hindia selatan Purworejo, dan Samudra Hindia selatan Yogyakarta.

"Bahkan berdasarkan permodelan, tinggi gelombang di wilayah Samudra Hindia selatan Jabar-DIY pada hari Rabu (13/3) diprakirakan mencapai 4-6 meter atau sangat tinggi, sedangkan di wilayah perairan selatan Jabar-DIY diprakirakan berkisar 2,5-4 meter," katanya dikutip Antara.

Kendati demikian, dia mengatakan peringatan dini gelombang tinggi dikeluarkan untuk 24 jam ke depan karena pihaknya masih memantau perkembangan cuaca di wilayah perairan maupun samudra yang cukup dinamis.

Teguh mengatakan potensi terjadinya gelombang tinggi tersebut dipengaruhi oleh pola angin di Indonesia bagian selatan yang secara umum bergerak dari arah barat-barat laut dengan kecepatan 8-35 knot.

Menurut dia, kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Banten, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Pulau Sumba, Laut Bali, Laut Sumbawa, perairan utara Flores, Selat Sumba bagian timur, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kepulauan Selayar, perairan Pulau Bonerate-Kalaoloa, dan Laut Flores.

"Kecepatan angin yang tinggi dan cenderung searah berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut," katanya menjelaskan.

Terkait dengan hal itu, dia juga mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan untuk memerhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran, karena berdasarkan analisis, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berisiko terhadap perahu nelayan.

Sementara kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter berisiko terhadap tongkang, serta kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter berisiko terhadap kapal feri.

"Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter berisiko terhadap kapal berukuran besar seperti kapal kargo serta kapal pesiar," kata Teguh.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru