Loading
Foto: Dok Kemenpar
ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Pariwisata melakukan recovery pariwisata Lombok dengan fokus pada tiga hal, yaitu pemulihan sumber daya manusia (SDM), pemulihan destinasi, dan pemasaran.
“Fokus itu diperlukan karena pendapatan daerah Lombok, terutama Lombok Utara 60% berasal dari pariwisata sehingga pemulihan sektor pariwisata harus segera dilakukan. Kemenpar telah menyusun program Lombok Bangkit yang merupakan strategi pemulihan destinasi wisata terdampak dan promosi pariwisata tidak terdampak pascagempa Lombok,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya ketika melakukan kunjungan kerja bersama Tim Crisis Center ke Lombok (30/8).
Setiba di Lombok, Menpar langsung meninjau jalur umum untuk melihat kepadatan di area sekitar bandara, kemudian dilanjutkan dengan meninjau infrastruktur Pelabuhan Teluk Nara, salah satu akses utama pariwisata menuju tiga gili (Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno). Di pelabuhan, Menpar meninjau Pusat Oleh-Oleh Sentra Kerajinan Lombok Utara yang beberapa bangunannya ternyata mengalami kerusakan.
Dari Pelabuhan Teluk Nara, rombongan menyebrang ke Gili Trawangan meninjau area Gili Trawangan dengan menggunakan cidomo. Pengelola wisata masih bekerja memperbaiki dan menyiapkan amenitas untuk menyambut wisatawan yang sudah mulai berkunjung.
Menpar juga mengunjungi salah satu Posko Trauma Healing POLRI. “Terima kasih kepada TNI/Polri yang telah melakukan trauma healing kepada masyarakat. Ini merupakan salah satu recovery SDM dengan cara spiritual. Untuk pemulihan industri pariwisata, saya sudah bicara dengan Ketua OJK untuk relaksasi aturan, misal pengurangan bunga pinjaman," katanya.
Terkait fokus kedua, pemulihan destinasi, Menparmeminta Gubernur untuk segera mengusulkan recovery fasilitas kepada Dinas Perhubungan melalui surat yang ditembuskan kepada Menteri Pariwisata. “Jangan biarkan Teluk Nara dan fasilitas lainnya hancur terlalu lama. Saya harap pemulihan sektor pariwisata Lombok dan Sumbawa selesai dalam waktu 3 bulan,” tukas Menpar.
Walaupun beberapa fasilitas dan infrastruktur di Lombok rusak akibat gempa, sektor pariwisata harus bangkit kembali dan mendukung sektor lainnya. Kawasan Senggigi menurut Arief, sudah siap untuk dijual. Kemenpar, katanya, telah menyiapkan anggaran dukungan promosi (pemasaran) pariwisata NTB, khususnya Lombok Utara, sebesar Rp20 miliar.
Pada kesempatan itu, Menpar juga meninjau amenitas di Gili Trawangan. Para pemilik pondok mengungkapkan akan terus bekerja keras untuk menyelesaikan perbaikan kerusakan penginapan yang ditargetkan selesai minggu depan. Dalam kunjungan kerja ini, Menpar juga melakukan penyerahan secara simbolis peralatan kerja pendukung untuk pemulihan pariwisata di 3 Gili kepada TNI dan POLRI yang diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan pariwisata yang secara berturut-turut difokuskan di Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno, Senggigi, dan Mangsit. (*)