Rabu, 28 Januari 2026

Wisatawan dan Penduduk di Gili Trawangan Dievakuasi


  • Senin, 06 Agustus 2018 | 17:10
  • | News
 Wisatawan dan Penduduk di Gili Trawangan Dievakuasi Foto: BNPB

ARAHDESTINASI.COM: Evakuasi penduduk dan wisatawan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno terus dilakukan. Untuk keperluan evakuasi dibutuhkan dua moda transportasi, udara dan laut.

Tim Manajemen Krisis Pariwisata (MKK)  melaporkan untuk transportasi laut, KMP Dharma Rucitra 3 dengan kapasitas penumpang 326 dan luas cardeck 685 meter persegi telah diberangkatkan dari Padangbai jam 08.10 dan telah sampai ke Lembar pukul 12.30 WITA. Selain itu, Kapal Dharma Kencana 3 dengan luas 560 meter persegi dan kapasitas 310 penumpang juga merapat ke Kepulauan Gili.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga akan terus memantau sampai wisatawan tertangani dan terangkut dari Kepulauan Gili. “Saya terus berkoordinasi dengan Tim Kemenhub di NTB untuk melayani wisatawan di Lombok,” kata Menhub Budi Karya.

Dari jalur udara, Garuda Indonesia juga sudah menyiapkan penerbangan tambahan. “GA sudah mengganti dengan wider aircraft untuk 2 penerbangan hari ini, 6 Agustus 2018, dan juga extra 1 flight yang langsung terisi penuh. Sistem penjualan tetap sama, menggunakan booking online,” terang Menpar Arief Yahya.

Untuk penerbangan tambahan selanjutnya akan dikoordinasi dengan Kepala Bandara. “Terima kasih Dirut Garuda Indonesia, Pak Pahala Mansyuri. Mohon terus disuplai jumlah seats agar terus ada, untuk melayani wisman dan wisnus yang terjebak di Lombok,” tambah Menpar Arief Yahya.

PT Pelni juga sedang mengirimkan kapal bantuan ke pelabuhan Lembar Lombok guna evakuasi wisatawan yaitu dengan memberangkatkan KM Binaiya dari Lombok menuju pelabuhan Benoa Bali.

Ketua Manajemen Krisis Kepariwisataan Kemenpar Guntur Sakti siang ini juga terbang ke Lombok untuk segera bergabung dengan Kadispar NTB Lalu Faozal dan Direktur Poltekpar Lombok Hamsu Hanafi. Kemenpar telah mengerahkan 5 bus Kemenpar untuk bantu evakuasi wisatawan di NTB.

Korban gempaTim SAR Gabungan terus menyisir daerah-daerah terdampak gempa untuk melakukan evakuasi, penyelamatan dan pertolongan kepada korban gempa 7 SR di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data sementara hingga 6/8/2018 pukul 10.00 WIB, tercatat 91 orang meninggal dunia, 209 orang luka-luka, ribuan jiwa masyarakat mengungsi dan ribuan rumah rusak. Diperkirakan jumlah korban dan kerusakan akibat dampak gempa akan terus bertambah. Pendataan masih terus dilakukan oleh aparat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya menyebutkan dari 91 orang meninggal dunia terdapat di Kabupaten Lombok Utara 72 orang, Kota Mataram 4 orang, Lombok Timur 2 orang, Lombok Tengah 2 orang, Lombok Barat 9 orang dan Bali 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Semua korban meninggal dunia adalah warga negara Indonesia. Belum adanya laporan wisatawan yang menjadi korban akibat gempa.

Daerah Lombok Utara paling parah terdampak gempa karena berdekatan dengan pusat gempa. Kerusakan rumah dan bangunan terjadi luas. Rumah-rumah di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur yang sebelumnya hanya rusak ringan diguncang gempa 6,4 SR pada 29/7/2018 menjadi rusak berat dan roboh akibat guncangan gempa 7 SR. Berdasarkan laporan pertugas di Kabupaten Lombok Utara perkiraan kerusakan rumah di berbagai kecamatan seperti Kecamatan Bayan, Kecamatan Kayangan, Kecamatan Gangga, KecamatanTanjung dan Kecamatan Pemenang mencapai lebih dari 50 persen. Artinya banyak rumah yang rusak. Masih dilakukan pendataan.

Ribuan pengungsi sampai saat ini tersebar di banyak tempat dan belum semua memperoleh bantuan. Penanganan terkendala beberapa hal yaitu terbatasnya alat berat, luasnya daerah yang terdampak, listrik pada di Lombok Utara dan Lombok Timur, saluran komunikasi mati, rusaknya jembatan di tiga tempat yaitu jembatan Tampes, jembatan Lokok Tampes dan jembatan Luk yang menyebabkan aksesibilitas terganggu, terbatasnya ketersediaan logistik dan lainnya. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru