Rabu, 28 Januari 2026

60% Wisatawan Selam Amerika Siap Melakukan Perjalanan Internasional


  • Senin, 12 Oktober 2020 | 22:35
  • | News
 60% Wisatawan Selam Amerika Siap Melakukan Perjalanan Internasional Foto: Istimewa

ARAHDESTINASI.COM: Sekitar 60% wisatawan selam dari Amerika Serikat siap melakukan perjalanan internasional, termasuk datang ke spot-spot diving favorit di Indonesia.

Survei yang dilakukan travel specialists, One World Dive & Travel Amerika Serikat Brian & Jill Miller, menyebutkan bahwa 60% responden menyatakan memahami bahwa Covid-19 tidak akan hilang.

“Mereka sadar harus belajar menerima dan melaksanakan standar atau protokol kesehatan baru., dan mereka memprediksi vaksin Covid-19 baru akan tersebar secara luas sekitar satu tahun ke depan,” papar Brian & Jill Miller dalam webinar Indonesia Dive Tourism Market Update 2020, yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf) baru-baru ini (12/10).

Brian menyebutkan hanya 10% wisatawan selam yang menjadi responden, menyatakan tidak akan melakukan perjalanan sampai ditemukan vaksin Covid-19. Selebihnya (30%) mau melakukan perjalanan, namun dengan lama penerbangan tidak lebih dari 6 jam. 

"Pilihan mereka adalah spot selam di dalam negeri atau pun negara perbatasan yang sudah membuka pintu. Namun, mereka memiliki risiko tinggi terkait dengan peraturan yang diberlakukan, antara lainkarantina,” tutur Brian.

Terlepas dari itu, Brian menegaskan, pihaknya menunggu kebijakan Indonesia untuk membuka kembali pintu bagi wisatawan internasional.

“Kami berharap Indonesia bisa segera dibuka kembali. Tantangan saat ini adalah menyeimbangkan antara pentingnya kesehatan baru, kerugian ekonomi, kerugian mental, dan bagaimana mengontrol penyakit baru ini,” ujarnya sembari menyebutkan bahwa Bali, Pulau Komodo, Raja Ampat dan Selat Lembeh, Sulawesi Utara menjadi destinasi favorit para penyelam Amerika.

Pasar ChinaPriscilla Jiao Bei, founder Beijing Dive The World Cultural Comms, China, juga memaparkan hasil survei yang hasilnya menyatakan kesiapan wisatawan selam untuk melakukan perjalanan ke Indonesia.

Dari survei yang dilakukan 25% wisatawan ingin melakukan perjalanan ke Bali, 15% ke Manado, dan di bawahnya ada Pulau Komodo serta Raja Ampat.

“Hanya 0.3 persen yang ragu atau tidak ingin ke Indonesia karena khawatir dengan reaksi anti-China.

"Survei ini baru saja kami lakukan dengan komposisi 55% lelaki dan 45% perempuan. Rentang terbanyak ada di usia 20-39 tahun sebesar 75%,” tutur Priscilla.

Dia menambahkan pandemi Covid-19 mulai terasa bulan Maret. Pada saat itu calon wisatawan mulai membatalkan pesanan dan pada bulan April pergerakan benar-benar terhenti.

“Tapi dari hasil survei terbaru kami, mereka memprediksi, pertengahan tahun depan wisata selam akan kembali menggeliat,” katanya.

Pentingnya PromosiHadir sebagai pembicara pertama, Territory Director Professional Association of Diving Instructors (PADI) Paul Tosh Tanner memaparkan bahwa sejak 2015 wisata selam terus mengalami pertumbuhan pesat. “Namun pada 2020 ini benar-benar terjun bebas. Hampir tidak ada pergerakan,” katanya.

Pesatnya pertumbuhan wisata selam sebelum pandemi COVID-19, menurut Tanner, tidak terlepas dari gencarnya promosi, termasuk yang dilakukan Indonesia. Itu sebabnya, dia mengatakan bahwa promosi tetap diperlukan untuk  mengingatkan dan menanamkan adanya spot-spot selam cantik di Indonesia yang selama ini sudah banyak digemari.

“Begitu pandemi mereda atau selesai, Indonesia akan tetap menghadapi kompetisi yang sama dengan negara pesaing. Karena itu,promosi diperlukan untuk memastikan mereka ingat bahwa Indonesia punya spot selam luar biasa, baik yang sudah terekspos mau pun yang belum ditemukan,” katanya.

Terkait pandemi, Tanner mengatakan bahwa PADI telah mengubah standar-standar penyelaman dengan menggunakan panduan dari World Health Organization dan Divers Alert Network.

Standar itu disosialisasikan kepada seluruh anggota PADI, antara lain melalui ratusan webinar dan e-learning yang telah disusun. “Saat ini kami sudah berhasil menjangkau lebih dari separoh anggota PADI yang jumlahnya mencapai 66.229 anggota.”

Webinar Indonesia Dive Tourism Market Update 2020 dibuka oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events), Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani.

Dalam sambutannya Rizki meginformasikan bahwa pemerintah Indonesia terus bergerak beradaptasi dengan kondisi new normal. Protokol-protokol baru terkait Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE) telah disiapkan, termasuk untuk kegiatan diving atau selam.

“Melalui webinar ini, kita bisa berbagi informasi tentang keadaan di negara masing-masing, berdiskusi, dan saling support agar industri ini bisa tetap berjalan,” ujarnya.

Webinar itu sendiri dihadiri beberapa narasumber lain, di antaranya Direkctor SSI Indonesia John Shepherd, Founder Aquaventure Tauchreisen dari Jerman Maik Solf, Director Dive Adventures Australia Jerry Witkowski, Director Beyond Blue Korea Selatan Jerome Kim, Co-Founder Scuba Network Malaysia Tiur Aldha, dan President of Asia Dive Expo Singapore John Thet. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru