Loading
Foto: atlas-network.com
ARAHDESTINASI.COM: Maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa menyatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja pada 22.000 karyawan akibat pandemi COVID-19.
Keputusan itu terpaksa diambil karena penurunan drastis bisnis dan pihak manajemen memperkirakan proses pemulihan akan berjalan lambat.
Manajemen yang juga mengendalikan Swiss, Brussels Airlines dan Eurowings itu berharap bisa mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja pada 22 Juni 2020. Mereka berharap bisa meminimalisasi redundasi melalui skema jam kerja lebih pendek dan perjanjian krisis.
"Tujuannya adalah agar bisa mempertahankan pekerjaan sebanyak mungkin di Grup Lufthansa,” tulis perusahaan itu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir beberapa sumber.
Direktur tenaga kerja Lufthansa Michael Niggemann, mengatakan tanpa melakukan pengurangan biaya personel yang signifikan selama krisis, perusahaan itu akan kehilangan peluang untuk memulai kembali usaha yang lebih baik.
Bulan lalu, Lufthansa menyetujui kesepakatan penyelamatan senilai € 9 miliar dengan pemerintah Jerman untuk menyelamatkan perusahaan itu dari kehancuran.
Sebagai gantinya, pemerintah akan mengambil 20 persen saham perusahaan, yang akan dijual pada akhir 2023.
Anak perusahaan Austrian Airlines juga mendapatkan dana talangan € 600 juta. Lufthansa Group perlahan-lahan sudah mulai beroperasi, namun mereka memperkirakan kondisi baru akan pulih seperti 2019, hingga setidaknya 2023. (*)