Rabu, 28 Januari 2026

Diving Diperkirakan Jadi Industri yang Segera Rebound


  • Rabu, 29 April 2020 | 20:28
  • | News
 Diving Diperkirakan Jadi Industri yang Segera Rebound Foto ilustrasi: David Mark from Pixabay

ARAHDESTINASI.COM: Industri diving diperkirakan menjadi salah satu aktivitas wisata yang akan segera rebound setelah pandemi COVID-19 berlalu. Karena itu dibutuhkan segera standar keselamatan penyelaman dan strategi promosi yang sudah disesuaikan dengan perubahan yang terjadi.

“Ada perubahan perilaku wisatawan khususnya terkait masalah kesehatan dan keselamatan. Mereka akan mencari tempat yang tidak ramai pengunjung dan meminimalisasi kontak dengan orang lain. Itu sebabnya perlu segera disusun standar keselamatan, kesehatan, dan strategi promosi sesuai dengan perubahan yang terjadi,” ujar Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani Mustafa dalam sambutan di Webinar Wisata Selam, belum lama ini.

SOP KeselamatanDaniel Abimanju dari Professional Association of Diving Instructors (PADI), menyebutkan perubahan standar keselamatan penyelaman tidak bisa lagi dihindari. “Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memperbaiki SOP untuk menyediakan lingkungan yang aman bagi pekerja dan wisatawan selam.

Salah satu prosedur yang harus dilakukan adalah melakukan disinfektan peralatan selam, prosedur penyimpanan, dan prosedur penggunaan peralatan selam.

Pemeriksaan kesehatan juga harus dilakukan wisatawan, pemandu selam, dive master, dan instruktur. “Kita harus memastikan bahwa pelaku wisata selam dalam kondisi fit. Ini penting, karena penularan dan cidera paru-paru mungkin terjadi akibat COVID-19,” papar Daniel.

Strategi PemasaranJulius Bramanto CEO Traval (adventure marketplace), berbagi kiat strategi promosi saat dan pasca-pandemi dalam webinar tersebut.

Pemanfaatan teknologi dan media sosial bisa dilakukan dengan lebih gencar. Digitalisasi dan efisiensi sistem serta optimalisasi AI menurut dia juga dapat dilakukan. Dengan teknologi, pelaku usaha bisa memberikan solusi pada calon konsumen selama masa pandemi.

“Banyak yang bisa dilakukan, termasuk online experience atau dapat berupa virtual tour. Industri selam mungkin dapat membuat gerakan bersama dengan menggunakan hashtag mengenai diving di Indonesia. Virtual tour selam juga dimungkinkan dengan membuat konten secara virtual reality," katanya

Julius memerkirakan pasar domestik akan lebih dulu recover. Pada awalnya akan bersifau hyperlocal contohnya orang Jakarta akan melakukan perjalanan di Jakarta.

"Perilaku travel juga berubah, yang tadinya ramai-ramai menjadi lebih private. Jadi pelaku industri diharapkan dapat membuat paket-paket wisata yag disesuaikan dengan kondisi new normal, yaitu mengedepankan kesehatan, keselamatan, dan wisata dengan jumlah anggota tur yang sedikit atau wisata keluarga (private tour)."

Saat recovery, lanjut Julius, industri pariwisata bisa fokus pada tiga hal, safety, healthy, dan sustainability yang diprediksi akan jadi isu pasca Covid-19.

“Industri harus melakukan evaluasi ulang model bisnis masing-masing, mulai riset pasar untuk mengetahui perilaku wisatawan selama pascapandemi, meningkatkan standar keamanan dan kesehatan, dan menyediakan tempat wisata yang tidak banyak orang,” tuturnya.

Menyiasati penjualan yang turun, Julius menyarankan industri melakukan berbagai strategi, misalnya dengan mendorong pembelian voucher (pay now trip later) atau menawarkan pembayaran secara cicilan. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru