Loading
Foto: Facebook APGI
ARAHDESTINASI.COM: Pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan jumlah omzet industri wisata gunung sebesar 86%, dari Rp344 miliar menjadi Rp46 miliar.
Sekertaris Jenderal DPP Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Rahman Mukhlis menyebutkan bahwa penurunan itu berkaitan dengan penutupan sekitar 120 destinasi wisata gunung di Indonesia untuk mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19.
“Ini situasi penuh ketidakpastian, Namun kita sama-sama percaya dan optimistis bahwa tantangan ini dapat dihadapi dengan baik. APGI mendukung pemerintah untuk melakukan penanggulangan dampak Covid-19, khususnya pada sektor pariwisata,” katanya dalam maklumat yang diterima redaksi usai Rapid Assesment mengenai Dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata khususnya profesi pemandu gunung di Indonesia.
Dari Rapid assesment tersebut dilaporkan telah terjadi penurunan jumlah trip atau paket wisata gunung dengan perkiraan sebesar 47% dari 19.855 pertahun menjadi 10.450 trip pertahun.
Penurunan paket trip gunung itu seiring dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan pendaki gunung dengan perkiraan sebesar 44% dari 111.815 menjadi 61.655 orang dengan komposisi wisatawan nusantara 412% dan wisatawan mancanegara 51%.
Akibat lanjutan dari penurunan paket trip dan jumlah wisatawan pendaki gunung, saat ini terdapat 5.225 tenaga kerja pariwisata di industri wisata gunung yang mengalami penurunan tingkat perekonomian. Rahman menuturkan bahwa daya tahan ekonomi Pemandu Gunung Indonesia karena dampak Covid-19 rata-rata selama 3 bulan.
Maklumat APGIMenindaklanjuti hasil rapid Assesment, APGI juga mengeluarkan maklumat, untuk menjadi pedoman para pengurus dan anggota APGI dalam menghadapi situasi ini serta untuk diketahui para pemangku kepentingan terkait.
“Maklumat APGI ini kami beri judul 7 Summits Commitment For Covid-19, yang berarti Tujuh bentuk komitmen APGI dalam melangkah untuk melakukan usaha-usaha penanggulangan dampak Covid-19 pada sektor pariwisata di Indonesia,” tutur Rahman.
Tujuh maklumat itu sebagai berikut:
1. APGI siap berperan akti dalam melaksanakan manajemen krisis kepariwisataan selama terjadinya wabah Covid-19 di Indonesia.
2. APGI menghimbau kepada seluruh jajaran kepengurusan dan anggota agar tetap semangat, optimistis, dan tabah dalam menghadapi dampak Covid-19.
3. APGI berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi pembinaan dan pengembangan kepada seluruh anggota APGI agar tetap produktif selama masa penanggulangan Covid-19
4. APGI bertanggung jawab penuh dalam rangka menjalankan fungsi konsultasi, advokasi dan sosial kepada anggota khususnya, umumnya terhadap profesi pemandu gunung serta industri wisata gunung selama masa penanggulangan Covid-19 di Indonesia.
5. APGI berkomitmen untuk mendukung kebijakan Pemerintah dan melaksanakan protokoler-protokoler yang ada dalam menanggulangi dampak Covid-19 di Indonesia .
6. APGI mengajak seluruh insan pariwisata di Indonesia untuk saling menguatkan dan berkolaborasi dalam upaya-upaya penanggulangan Covid-19 pada sektor pariwisata .
7. APGI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, selalu waspada dan pro aktif dalam melakukan penanggulangan Covid-19 sesuai kebijakan dan protokoler dari Pemerintah. (*)