Rabu, 28 Januari 2026

Pemasaran Digital Jadi Salah Satu Strategi Pemasaran Kemenpar


  • Jumat, 11 Mei 2018 | 17:37
  • | News
 Pemasaran Digital Jadi Salah Satu Strategi Pemasaran Kemenpar Mari sukseskan Asian Games / Foto: Dok Kemenpar

ARAHDESTINASI.COM: Deputi Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata beserta jajarannya memaparkan program promosi pariwisata kepada media nasional. Beberapa kegiatan dilakukan, antara lain mencakup pengiriman misi penjualan, melaksanakan dan atau mengikuti festival, pameran, wisata pengenalan (famtrip) dan kerjasama terpadu.

Kegiatan misi penjualan dilakukan dengan menjual paket wisata langsung kepada masyarakat umum. Sedangkan pameran dilakukan dengan sasaran masyarakat umum (B to C) dan sasaran B to B. Selain itu juga dilakukan kegiatan event promosi pariwisata minat khusus dan MICE. Program Famtrip dilakukan dengan mendatangkan  agen travel maupun media dengan mengunjungi berbagai destinasi pariwisata Indonesia.

"Ada beberapa negara yang potensial wisman bagi pasar pariwisata Indonesia, antara lain Tiongkok, India, Jepang, Amerika, dan negara-negara di Eropa. Hal ini dipengaruhi oleh kedekatan budaya serta daya tarik alam yang diminati wisatawan," kata Deputi Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya kepada Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Hotel Raffles, belum lama ini.

Nia menjelaskan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada 2017 secara kumulatif mencapai 14,04 juta wisman atau tumbuh 21,84% dari tahun sebelumnya. Sementara, untuk jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Maret 2018 naik menjadi 1,36 juta atau sebesar 28,76% dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 yakni sebanyak 1,06 juta wisman. Secara keseluruhan target kunjungan wisman tahun 2018 sebesar 17 juta.

Berdasarkan data, kunjungan wisman ke Indonesia terbanyak berasal dari Tiongkok, selanjutnya Singapura, Malaysia, India, Jepang dan lain-lain. Melihat itu, promosi di wilayah Tiongkok mendapat perhatian khusus dalam promosi pariwisata yang dilakukan Kemenpar. Destinasi yang disiapkan untuk menjaring wisman dari pasar (originasi) utama ini yakni Great Jakarta, Great Bali, Great Kepri, Joglosemar (Yogyakarta Solo, dan Semarang), Bunaken – Wakatobi, Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi. "India juga memperlihatkan peningkatan pesat sehingga menyalip jumlah wisman Jepang dan Korea di awal  2018 ini. Bali masih menjadi tujuan utama wisman India. Untuk itu Kemenpar mulai memperkenalkan Beyond Bali bagi pasar India," tutur Nia.

Strategi Promosi

Pada kesempatan itu, Nia juga menjelaskan strategi promosi tahun ini yang lebih banyak melakukan penjualan langsung (direct selling) melalui sales mission dan keikutsertaan dalam pameran internasional. Misalnya, baru-baru ini Kemenpar berpartisipasi dalam event InaFest yang diselenggarakan di Shanghai.

Tak hanya itu, pemasaran secara digital juga terus dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Keindahan pariwisata Indonesia dijual melalui media digital seperti Google, Facebook, Instagram, dan TripAdvisor. "Merujuk arahan Menteri Pariwisata, kita harus Go Digital karena konsumen kita sudah berubah jauh perilakuknya menjadi semakin digital, apalagi jika Gen Y (milenial) dan Gen Z semakin besar jumlah dan pengaruhnya. Kini kita mengenal istilah always-connected travellers di manapun dan kapanpun mereka saling terkoneksi dengan adanya mobile apps/devices," papar Nia.

Untuk meningkatkan wisman dari pasar Tiongkok yang tahun ini ditargetkan sebesar 3 juta wisman, juga dilaksanakan sales mission di Hangzhou, Shanghai, Nanning, Shenzen dan Guangzhou, Beijing, Xi'an dan lain-lain. Selain itu juga diadakan promosi Generasi Wonderful Indonesia (GenWi) di Xiamen dan media gathering di Guangzhou serta keikutsertaan dalam ITE di Hongkong dan China Internasional Travel Mart. Kegiatan promosi yang sama juga dilakukan di negara lain yang juga potensial mendatangkan wisman ke Indonesia seperti India dan negara-negara Timur Tengah dlsb, yaitu World Travel Mart, Vakantieburs, India International Tourism, Arabian Travel Mart, dan lain-lain.

Nia menambahkan, Kemenpar juga menggelar program Hot Deals untuk meningkatkan kunjungan wisman. Salah satu contoh sukses program tersebut dapat dilihat di Provinsi Riau. Program Promosi Terpadu Cross Border untuk meningkatkan kunjungan wisman pelintas batas (cross border) khususnya dari Singapura dan Malaysia ke Batam, Bintan, dan Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Program promosi terpadu yang melibatkan para operator ferry dan industri pariwisata di Kepulauan Riau ini diwujudkan dalam promo hot deals yakni memberikan harga sangat spesial bagi calon wisman yang berwisata ke Batam, Bintan, dan Tanjung Pinang pada hari Senin-Kamis (weekday) maupun liburan akhir pekan (week-end) dengan menyiapkan pilihan 250 paket tur yang diselenggarakan oleh 58 industri pariwisata antara lain; hotel, spa, golf, dan paket lainnya

 

Promosi Asian Games

Peningkatan jumlah kunjungan wisman tahun ini juga memanfaatkan event internasional yang akan dilakukan di Indonesia yakni Asian Games yang digelar di Jakarta dan Palembang pada Agustus, dan Pertemuan Bank Dunia-IMF di Bali pada Oktober 2018. Dua event besar ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi pemenuhan target kunjungan wisman tahun 2018.

Sesuai amanat Presiden, Kemenpar bersama Kementerian/Lembaga lain akan mempromosikan perhelatan akbar ini secara besar-besaran. Seluruh kementerian dan lembaga akan memadukan promosi Asian Games secara selaras. Hal ini diharapkan bisa membuat promosi kian masif. Promosi akan dilakukan pada 100 hari jelang Asian Games. Selain itu, pada tanggal 13 Mei 2018 juga akan dilakukan parade di Jakarta. Dukungan terhadap penyelenggaraan Asian Games juga mengalir dari berbagai negara, yakni Tiongkok, Korea Utara dan Korea Selatan. Presiden Joko Widodo menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, dukungan itu nantinya membuat Asian Games menjadi ajang pertandingan olahraga serta ajang perdamaian dan persahabatan antarnegara di Asia.

Jumlah peserta Asian Games diperkirakan mencapai 15 ribu orang yang berasal dari berbagai negara. Ajang ini merupakan kesempatan baik untuk turut mempromosikan pariwisata. Nia Niscaya  mengajak seluruh pihak terkait untuk ikut mendukung promosi pariwisata yang dilakukan. Pihaknya optimis, jumlah target wisman tahun ini dapat tercapai. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru