Sabtu, 25 April 2026

Batam Pimpin Tren Perjalanan Imlek 2026, Pariwisata Domestik Makin Bergairah


  • Jumat, 06 Maret 2026 | 18:00
  • | News
 Batam Pimpin Tren Perjalanan Imlek 2026, Pariwisata Domestik Makin Bergairah Ilustrasi - Aktivitas pemesanan akomodasi memuncak pada periode inti libur Imlek. Banyak wisatawan memanfaatkan momen ini untuk reuni keluarga sekaligus menikmati liburan singkat. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 kembali menunjukkan betapa kuatnya peran hari raya budaya dalam menggerakkan sektor pariwisata domestik Indonesia. Momentum liburan besar di awal tahun ini tidak hanya mendorong perjalanan lintas provinsi, tetapi juga memperkuat tradisi mudik, reuni keluarga, hingga wisata singkat bersama orang terdekat.

Laporan terbaru dari PRISM mencatat bahwa pola perjalanan selama periode Imlek tahun ini menunjukkan perkembangan yang semakin sehat dan merata. Jika sebelumnya arus wisata cenderung terkonsentrasi di kota-kota besar, kini destinasi sekunder mulai menunjukkan kontribusi signifikan dalam pergerakan wisatawan domestik.

Salah satu kejutan terbesar datang dari Batam. Kota di Kepulauan Riau tersebut tercatat sebagai destinasi wisata dengan pertumbuhan pemesanan tertinggi selama periode Imlek 2026. Capaian ini memperlihatkan bagaimana destinasi alternatif mulai mendapat perhatian wisatawan yang mencari pengalaman liburan berbeda.

Kota Besar Tetap Jadi Magnet Perjalanan Imlek

Meski destinasi baru mulai naik daun, kota-kota besar masih menjadi tulang punggung perjalanan domestik saat Imlek. Kota-kota ini umumnya memiliki komunitas Tionghoa besar, pusat kegiatan budaya, serta menjadi titik temu keluarga dari berbagai daerah.

Jakarta kembali menjadi pusat mobilitas nasional selama perayaan Imlek. Selain berfungsi sebagai pusat bisnis, ibu kota juga memiliki sejumlah kawasan pecinan serta pusat perayaan Imlek yang selalu ramai dikunjungi. Festival budaya, tradisi ibadah, hingga wisata kuliner khas Imlek membuat Jakarta tetap menjadi magnet perjalanan setiap tahunnya.

Medan juga mencatat performa kuat. Kota ini dikenal memiliki komunitas Tionghoa yang besar serta tradisi perayaan Imlek yang hidup dan meriah. Tidak heran jika Medan menjadi salah satu pusat perjalanan berbasis budaya di wilayah barat Indonesia selama musim perayaan.

Sementara itu, Bandung tetap mempertahankan reputasinya sebagai destinasi short escape favorit warga Jabodetabek. Udara sejuk, kafe dan restoran yang ramai, serta beragam pilihan wisata kuliner membuat Bandung selalu ramai saat libur panjang, termasuk saat Imlek.

Di sisi lain, Bali dan Yogyakarta terus menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati pengalaman liburan yang lebih mendalam. Bali menawarkan pengalaman resort dan vila dengan tren extended stay, sementara Yogyakarta memikat wisatawan dengan kekayaan sejarah dan warisan budaya yang memberi nuansa reflektif selama liburan Imlek.

Kombinasi antara budaya, konektivitas transportasi, serta daya tarik wisata menjadikan kota-kota ini tetap menjadi pemimpin dalam volume perjalanan selama musim perayaan.

Perjalanan Antarprovinsi Semakin Merata

Data PRISM juga menunjukkan distribusi perjalanan yang semakin merata di berbagai wilayah Indonesia. Jawa Barat menjadi salah satu kontributor terbesar arus perjalanan, didukung akses transportasi yang baik serta ragam destinasi wisata keluarga. DKI Jakarta tetap mencatat mobilitas tinggi, baik perjalanan dalam provinsi maupun lintas daerah.

Sementara itu, Jawa Timur dan Sumatera Utara memperkuat perannya sebagai gerbang ekonomi regional sekaligus pusat perjalanan bisnis dan kunjungan keluarga. Jawa Tengah pun ikut terdorong oleh tradisi mudik serta kekayaan destinasi budayanya.

Tren ini menandakan bahwa pertumbuhan pariwisata domestik kini tidak lagi bergantung pada satu atau dua kota besar saja.

Perjalanan Bisnis dan Wisata Sama-sama Menguat

Selain perjalanan liburan, segmen perjalanan bisnis juga menunjukkan aktivitas yang menarik selama periode Imlek.Deli Serdang tercatat sebagai salah satu kota dengan tingkat pemesanan tertinggi di segmen bisnis. Hal ini menunjukkan meningkatnya mobilitas regional di luar kota-kota metropolitan tradisional.

Sementara itu, Muara Bungo di Jambi mencatat pertumbuhan tercepat dalam pemesanan perjalanan bisnis, menandakan ekspansi aktivitas ekonomi di kota-kota sekunder.

Di segmen wisata, Banyumas muncul sebagai destinasi alternatif yang semakin diminati wisatawan. Daerah ini menawarkan wisata alam yang tenang dan pengalaman liburan yang lebih santai, sesuatu yang banyak dicari wisatawan saat periode libur puncak.

Tren Menginap Lebih Lama Mulai Terlihat

Aktivitas pemesanan akomodasi memuncak pada periode inti libur Imlek. Banyak wisatawan memanfaatkan momen ini untuk reuni keluarga sekaligus menikmati liburan singkat.

Menariknya, tren extended stay atau menginap lebih lama juga mulai meningkat. Bali menjadi salah satu destinasi yang paling menonjol dalam tren ini, termasuk di beberapa hotel seperti Sunday Hotel Arshika Sunset Road.

Fenomena ini menunjukkan semakin fleksibelnya pola kerja jarak jauh serta meningkatnya tren bleisure—gabungan antara perjalanan bisnis dan liburan.

Dari sisi akomodasi, properti bergaya urban dan townhouse menjadi tipe penginapan yang paling diminati wisatawan selama periode ini.

Beberapa properti dengan tingkat pemesanan tertinggi antara lain Capital O Pavilion Permata Surabaya, Sunday Arshika Sunset Road Bali, Super OYO Townhouse Gunung Sahari, Super OYO Townhouse OAK Fiducia Pondok Gede, serta Collection O Fiducia Otista.

Destinasi Baru Makin Percaya Diri

Country Head PRISM Indonesia, Hendro Tan, mengatakan bahwa Imlek tetap menjadi salah satu momentum penting bagi industri pariwisata domestik di awal tahun.

Menurutnya, tahun ini terlihat perubahan menarik dalam pola perjalanan wisatawan.

“Kami melihat distribusi permintaan yang lebih seimbang. Kota-kota sekunder kini turut berkontribusi bersama pusat-pusat metropolitan yang sudah mapan. Momentum di destinasi leisure yang sedang berkembang mencerminkan perubahan preferensi wisatawan dan meningkatnya kepercayaan untuk menjelajahi lokasi alternatif di Indonesia,” ujarnya.

Secara keseluruhan, tren perjalanan Imlek 2026 menunjukkan ekosistem pariwisata domestik yang semakin luas, adaptif, dan beragam. Kota-kota besar masih menjadi fondasi mobilitas nasional, namun destinasi baru mulai mengambil peran penting dalam membentuk peta perjalanan wisata di Indonesia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru