Loading
Dokumentasi suasana penumpang terdampak penutupan ruang udara akibat konflik di Timur Tengah di Bandara I Gusti Ngurah Rai Badung, Bali, Minggu 1/3/2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)
DENPASAR, ARAHDESTINASI.COM – Dampak konflik di Timur Tengah mulai terasa hingga sektor penerbangan di Indonesia. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, melaporkan 35 penerbangan internasional batal akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara menyusul konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi, menjelaskan bahwa hingga Rabu (4/3/2026) pukul 13.00 WITA, puluhan jadwal penerbangan internasional tidak dapat beroperasi.
“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, hingga siang ini terdapat total 35 penerbangan rute internasional yang mengalami pembatalan,” kata Eka Sandi dalam keterangan resmi di Denpasar.
Baca juga:
Bandara Ngurah Rai Tambah Rute Internasional: Kini Bali Terhubung Langsung ke Chengdu dan CheongjuMayoritas Penerbangan ke Timur Tengah
Jika dihitung sejak penutupan ruang udara pada Sabtu (28/2), pembatalan terjadi pada 20 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan.
Untuk penerbangan keberangkatan, pembatalan terjadi pada:
Sementara untuk penerbangan kedatangan, pembatalan meliputi:
Sebagian besar penerbangan yang terdampak memang merupakan rute yang melintasi wilayah udara Timur Tengah.
Ribuan Penumpang Terdampak
Akibat pembatalan tersebut, 5.905 calon penumpang keberangkatan dari Bali tercatat tidak dapat melanjutkan perjalanan sesuai jadwal.
Namun pihak bandara belum mendata secara rinci jumlah penumpang yang terdampak dari penerbangan kedatangan.
Pengelola bandara memastikan bahwa maskapai penerbangan menangani penumpangnya masing-masing, termasuk penjadwalan ulang penerbangan.
Operasional Bandara Tetap Normal
Meski konflik di Timur Tengah berdampak pada jalur penerbangan internasional tertentu, operasional bandara secara umum masih berjalan normal.
“Untuk penerbangan di luar rute tersebut, operasional bandara tetap berjalan dengan normal dan optimal,” ujar Eka Sandi dikutip Antara.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) juga terus memantau situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah serta berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk maskapai dan AirNav Indonesia, guna memperbarui jadwal penerbangan secara berkala.
Bandara Siapkan Layanan untuk Penumpang Terdampak
Bandara Ngurah Rai juga telah menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.
Beberapa di antaranya adalah:
Selain itu, bandara juga mengantisipasi pengaturan lima pesawat milik Etihad, Emirates, dan Qatar Airways yang turut terdampak situasi ini.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai.
“Kami mengimbau calon penumpang untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan guna mendapatkan pembaruan jadwal penerbangan,” kata Eka Sandi.