Selasa, 26 Mei 2026

Pariwisata Bali Terdampak Banjir, Ribuan Turis Australia Batalkan Kunjungan


  • Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:30
  • | News
 Pariwisata Bali Terdampak Banjir, Ribuan Turis Australia Batalkan Kunjungan Wakil Ketua PHRI Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya sebut ribuan Wisman Australia batal berkunjung akibat isu banjir, Denpasar, Sabtu 28/2/2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

DENPASAR, ARAHDESTINASI.COM – Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Bali berdampak serius terhadap sektor pariwisata. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI Bali ) mengungkapkan bahwa ribuan wisatawan mancanegara asal Australia membatalkan rencana kunjungan mereka ke Pulau Dewata.

Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, menyebut pembatalan tersebut sudah terasa signifikan meski kerugian secara rinci belum dihitung. Namun, laporan dari para pelaku usaha pariwisata menunjukkan jumlah pembatalan mencapai lebih dari seribu orang.

“Dari laporan anggota, khususnya di Kabupaten Badung, jumlah pembatalan dari Australia saja sudah di atas seribu. Dampaknya jelas merugikan,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Rai, wilayah Badung menjadi kawasan paling terdampak karena merupakan pusat aktivitas wisata dan akomodasi wisatawan mancanegara. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran akan munculnya travel warning dari negara asal wisman, yang bisa memperparah kondisi pariwisata Bali.

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang terjadi hampir sepekan terakhir menyebabkan banjir di berbagai ruas jalan. Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Denpasar dan Badung, dua kawasan utama tempat wisatawan menginap.

Di wilayah Badung Selatan, banjir sempat terjadi di sedikitnya lima titik, mulai dari kawasan Legian hingga Kuta. Area ini dikenal sebagai sentra hotel dan penginapan wisatawan asing.

“Banyak pertanyaan dari luar negeri masuk ke kami, menanyakan kondisi di Bali. Bahkan ada informasi wisatawan yang harus dievakuasi. Ini sangat sensitif,” kata Rai dikutip Antara.

Isu banjir tersebut dengan cepat menyebar ke negara asal calon wisatawan. Akibatnya, tidak sedikit yang memilih membatalkan perjalanan, sehingga berdampak langsung pada potensi pendapatan pelaku usaha pariwisata maupun pemerintah daerah dari sektor pajak.

PHRI Bali menilai kondisi ini perlu segera ditangani dengan solusi konkret. Rai menegaskan, sebagai destinasi yang dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026, Bali seharusnya memiliki sistem penanganan banjir yang lebih baik, terutama saat musim hujan.

Ia mengakui, pembangunan fasilitas pariwisata yang masif dan berkurangnya ruang hijau turut berkontribusi terhadap banjir. Namun, normalisasi sungai dinilai bisa menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi risiko genangan air.

Rai juga menilai tidak mudah mengalihkan wisatawan ke wilayah Bali Utara, Timur, atau Barat saat banjir melanda Bali Selatan. Ia khawatir, alih-alih berpindah kawasan, wisatawan justru memilih meninggalkan Bali sepenuhnya.

Saat ini, tingkat okupansi hotel di Bali masih berada di kisaran 60 persen. Selain dipengaruhi banjir dan isu lainnya, kondisi ini juga disebabkan belum masuknya periode puncak kunjungan wisatawan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru