Selasa, 21 April 2026

Menelusuri Situs Purba Gua Liang Bua, Flores


 Menelusuri Situs Purba Gua Liang Bua, Flores Foto: Instagram @eazytraveler

ARAHDESTINASI.COM: Gua Liang Bua, salah satu gua di Flores yang terkenal seantero dunia, terutama di dunia arkeologi. Di gua itulah ditemukan manusia purba Homo Floresiensi yang kemudian dikenal dengan sebutan hobbit dari Flores. Disebubut hobbit karena manusia Flores yang hidup sekitar 13 ribu tahun lalu itu hanya memiliki tinggi badan sekitar 100 cm dan berat 25 kg.

Gua Liang Bua juga terkenal unik, luas, dan indah. Terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liangbua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores. Nama Liang Bua dalam bahasa Manggarai berarti gua atau lubang sejuk. Gua itu merupakan salah satu dari beberapa gua karst yang ada di Pulau Flores, NTT. Selain menjadi rumah bagi Hobbit dari Flores, gua tersebut juga merupakan tempat penemuan berbagai sisa manusia purba seperti potongan rangka, rahang bawah, perkakas purba, sisa-sisa tulang Stegodon (gajah purba) kerdil, biawak raksasa, serta tikus besar. Tidak mengherankan arkeolog dari Belanda, Inggris, dan Indonesia menjadikan gua ini sebagai tempat penggalian dan penelitian sejak 1930-an.

Secara geologi, seperti dikisahkan Merah Putih, gua ini merupakan bentukan endokars yang berkembang pada batu gamping. Bentukan endokars itu berselingan dengan batu gamping pasiran. Batuan gamping itu diperkirakan berasal dari periode Miosen tengah atau sekitar 15 juta tahun yang lampau. Kawasan kars di NTT ini, sebagaimana kawasan kars di tempat lain di Indonesia, juga memiliki ciri-ciri khusus yang berlainan dengan kawasan kars lainnya.

Masyarakat setempat akrab dengan gua ini karena ukurannya yang besar. Bayangkan saja, panjang gua ini mencapai 50 meter, lebar 40 meter, dan tinggi 25 meter. Saking besar ukurannya, gua tersebut pernah digunakan sebagai tempat ibadah dan sekolah.

Meskipun luas, jalan menuju ke lokasi bisa dikatakan sempit dan hanya muat satu mobil. Selain itu, jalurnya juga ekstrem karena banyak belokan dan bukit-bukit. Namun, kesulitan itu akan terbayar dengan pemandangan cantik Gua Liang Bua. Untuk itu, jika ingin mengunjungi gua unik ini, disarankan berjalan kaki. dan jangan lupa membawa bekal sendiri.

Saat menampaki gua, seakan diajak masuk ke lingkungan manusia purba, membayangkan kehidupan mereka berpuluh ribu tahun lalu. Pengunjung bisa melihat gua besar dengan batu stalagmit, mebayangkan gajah purba, komodo, dan manusia pendek (Homo floresiensis) pernah tinggal. Dekat Liang Bua, ada gua-gua lain seperti Gua Galang dan Gua Tanah yang juga siap dijelajahi.

Akses Gua Liang Bua, bisa dimulai dari Ruteng. Biasanya wiatawan memulai petualangan dari Labuan Bajo, kemudian ke Ruteng. Dari Ruteng ke Gua Liang Bua medannya cukup berat, meski jaraknya hanya 14 km. Ada angkutan umum dari Ruteng, namun jadwalnya tak menentu. Sebaiknya menggunakan kendaraan sendiri, dan jangan lupa ketika akan melakukan penelusuran, akan jauh lebih aman jika menggunakan jasa pemandu penduduk setempat. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Jawa Tengah Terbaru