Loading
Foto: https://bumdesserangmakmursejahtera.id
ARAHDESTINASI.COM: Desa Serang, Kabupaten Purbalingga ternyata punya objek wisata menarik, yakni D’LAS Lembah Asri yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Serang Makmur Sejahtera.
Objek wisata itu terletak di dataran tinggi dengan udara sejuk. Jika kebetulan melakukan perjalanan dengan rute alternatif Banyumas-Pantura, mampirlah di rest area Lembah Asri. Tidak ada salahnya juga sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati udara sejuk, keramahan penduduk, dan berbagai fasilitas wisata yang sudah dikelola dengan baik.
Banyak fasilitas dan paket wisata menarik yang ditawarkan. Desa Wisata Serang sudah memiliki 40 kamar homestay dengan tarif Rp50 ribu/orang. D’LAS Lembah Asri juga punya beragam area wisata pendukung, di antaranya Taman Strawberi seluas 1,3 ha, Kampung Kurcaci 2 ha, Taman Pudangmas 0,7 m2, rumah pohon dan taman 0,5 m2, gardu pandang Gunung Malang 1 ha, Wadas Gantung Sunrise 5 ha, dan High land hutan pinus.
Pengunjung yang datang bisa menikmati semua itu, termasuk mengikuti berbagai aktivitas dan paket wisata, mulai dari Petik Strawberi, Paket Outbond, Agro Kid’s, Camping Ground, Homestay for Kids, hingga paket pendakian Gunung Selamet. Nah, dengan keragaman itu, tidak mengherankan jika dari waktu ke waktu kian banyak wisatawan yang datang berkunjung.
Manfaatkan Dana DesaMasyarakat Desa Serang memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan agrowisata strawberi. "Pada 2016, dana desa yang dialokasikan untuk pengembangan agrowisata sebanyak Rp800 juta. Sebelumnya, agrowisata didirikan dari swadaya masyarakat," kata Kades Serang, Sugito.
Dia mengatakan desa Serang mulai menerima dana desa sejak 2015. Saat itu, dana desa masih lebih banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Baru pada 2016, agrowisata Taman Strawberry Lembah Asri D’Las dikembangkan, dan pada 2018 pendapatan agrowisata tersebut ditargetkan Rp2 miliar.
"Pengunjung meningkat drastis dari tahun ke tahun.Sepuluh hari Lebaran 2018 saja ada 70 ribu pengunjung dengan pendapatan Rp600 juta," ujar Sugito..
Hitungan angka itu hanya didapat dari uang tiket masuk dan wahana yang ada di Taman Strawberry Lembah Asri D'Las, belum termasuk uang yang berputar di pedagang yang rata-rata mendapatkan omset Rp3 juta per hari. "Ada 36 kios pedagang di agrowisata. Bisa dibayangkan berapa uang yang berputar untuk pengembangan ekonomi masyarakat," katanya.
Tahun 2016 BUMDes Serang Makmur Sejahtera berhasil kontribusi PADes sebesar Rp115.000.000. Tahun 2017 BUMDes mendapatkan pendapatan kotor kurang lebih Rp1.621.008.000 dan dapat memberikan kontribusi PADes sebesar Rp. 200.000.000. Pada 2018, ditargetkan akan memperoleh pendapatan kotor sebesar Rp2 miliar. (*/Ant)