Loading
Menparekraf Jabarkan Hasil Survei delegasi WWF ke10 Foto Dok Kemenparekraf
JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Survei yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan (BRIN), menghasilkan data rata-rata pengeluaran perkunjungan dalam penyelenggaraan World Water Forum ke-10 di Bali sebesar Rp38,8 juta atau US$ 2.427.
"Sedangkan rata-rata lama tinggal wisatawan dalam hal ini para delegasi adalah 8 hari dengan rincian delegasi asing selama 8,7 hari, lebih lama dari delegasi Indonesia yakni 7,1 hari," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam The Weekly Brief With Sandi Uno, Senin (3/6).
"Pengeluaran tertinggi ada di akomodasi, biaya keikutsertaan, makan-minum, dan penerbangan domestik. Berarti setelah dari Bali, mereka juga menuju ke beberapa destinasi," lanjut Sandiaga.
Baca juga:
Pariwisata Indonesia Cetak Pertumbuhan Positif, Kemenparekraf Genjot Promosi & Event DaerahSurvei dilakukan terhadap 446 responden dengan margin of error 5 persen dan confidence level 95 persen. Dari jumlah tersebut, juga diketahui mayoritas lebih dari 90 persen responden berencana berkunjung kembali ke Bali dan merekomendasikan Bali sebagai tujuan wisata dan bisnis.
Penyelenggaraan World Water Forum 2024 juga memberikan dampak kepada pelaku UMKM, khususnya di sekitar lokasi penyelenggaraan atau dalam radius 1,4 kilometer. Terjadi peningkatan volume penjualan dan omzet pendapatan pada rentang 21 hingga 50 persen.
"World Water Forum ini bukan hanya meningkatkan ekonomi, tapi juga mempromosikan kearifan dan budaya lokal pengelolaan air kita di kancah internasional," ujar Sandiaga.
Lebih jauh Menparekraf mengungkapkan bahwa penyelenggaraan World Water Forum 2024 dirasakan telah mampu menggerakan aktivitas perekonomian secara nasional, baik Bali sebagai tuan rumah maupun aktivitas ekonomi secara nasional.
"Aktivitas perekonomian nasional naik 0,374 persen selama World Water Forum 2024 dan totalnya Rp1,38 triliun dan (penyerapan) lapangan kerjanya sekitar 10.479 orang," ujarnya.