Jumat, 14 Juni 2024

Perputaran Ekonomi Selama WWF ke-10 di Bali Diprediksi Bisa Capai Rp1,7 Triliun


  • Rabu, 22 Mei 2024 | 13:23
  • | News
 Perputaran Ekonomi  Selama WWF ke-10 di Bali Diprediksi Bisa Capai Rp1,7 Triliun WWF ke10 disebut beri destination exposure efektif Foto ilustrasi Dok Kemenpa

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memprediksi spending perdelegasi dalam event World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali mencapai Rp500 miliar. Namun, perputaran ekonomi secara keseluruhan diperkirakan bisa mencapai Rp1,5 triliun.

“Dalam perhitungan ke depan, nantinya bukan tidak mungkin perputaran ekonomi secara keseluruhan akan mencapai angka Rp1.5 triliun, mengingat delegasi kemungkinan tidak datang sendirian, serta masih ada perputaran ekonomi yang dapat dilihat tidak hanya dari spending delegasi saja,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam "The Weekly Brief With Sandi Uno", Senin (20/5/2024) secara virtual. 

Lebih dari itu, Sandiaga yang juga Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengungkapkan bahwa penyelenggaraan World Water Forum 2024 akan memberikan destination exposure yang efektif untuk Bali. 

“Sebanyak 50 ribu wisatawan diperkirakan datang ke Bali dalam rangka World Water Forum ke 10 yang terdiri dari delegasi serta para pendampingnya. Ini memberikan destination exposure khususnya bagi Bali, dan bagi pariwisata Indonesia secara luas,” katanya.

Hingga 19 Mei 2024, jumlah delegasi yang hadir menurut Sandiaga telah mencapai 20.000, ditambah dengan total rombongan dan pendamping kemungkinan mencapai 50.000 wisatawan. Wisatawan yang hadir dalam event WWF ke-10 terdiri dari 170 negara, termasuk Indonesia.

Selain itu, tutur Sandiaga, dalam satu bulan terakhir, pencarian World Water Forum meningkat signifikan, dengan lebih dari 1.800 pencarian harian, 45 persen dari luar negeri (wilayah Pasifik, Asia Timur, Asia Selatan, Eropa Barat, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan). Dalam sepekan terakhir, ada 190 berita global dan nasional mengenai World Water Forum. 

Sandiaga menjelaskan, Kemenparekraf sedang melakukan survei terhitung dari 17 hingga 25 Mei 2025 terhadap stakeholder, pengunjung, dan delegasi untuk menghitung dampak penyelenggaraan World Water Forum 2024. 

“Dan kami baru saja meresmikan Fair dan Expo World Water Forum yang berlangsung pada 20-25 Mei 2024 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) dan mencakup beberapa UMKM yang dilibatkan,” katanya.

Kemenparekraf lanjut Sandiaga, berkomitmen dalam penyelenggaraan MICE yang berkelanjutan, sehingga perhatian tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru