Senin, 22 April 2024

Target Garuda Indonesia Tambah 8 Pesawat di 2024


  • Selasa, 02 April 2024 | 14:00
  • | News
 Target Garuda Indonesia Tambah 8 Pesawat di 2024 Foto Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Katadata

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menargetkan penguatan armada dengan penambahan delapan pesawat yang terdiri atas empat narrow body jenis Boeing 737-800NG dan empat wide-body yang terdiri dari jenis Boeing 777-300ER, serta Airbus 330-300 yang akan datang secara bertahap di sepanjang 2024.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan di Jakarta, Selasa mengatakan penambahan armada tersebut bertujuan untuk memaksimalkan tingkat keterisian penumpang, serta mendukung perluasan jaringan penerbangan dalam skala domestik maupun internasional. Dirinya mengatakan dengan adanya penambahan pesawat tersebut Garuda Indonesia diperkirakan dapat mengoperasikan hingga 80 pesawat pada akhir tahun 2024. Lebih lanjut menurutnya sepanjang tahun 2023, Garuda Indonesia mencatatkan pertumbuhan tingkat utilisasi armada menjadi 07:55, angka ini naik signifikan secara tahunan yakni sebesar 06:46. Irfan mengatakan konsistensi pertumbuhan indikator aspek operasional tersebut terlihat melalui jumlah frekuensi penerbangan Garuda Indonesia Group sepanjang tahun 2023 yakni sebesar 145.500 atau tumbuh sebanyak 38 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022 Selain itu ia mengatakan pasca restrukturisasi, pihaknya terus melakukan pembenahan optimalisasi kinerja yang sesuai dengan proyeksi pemulihan industri penerbangan yang diperkirakan akan tumbuh bertahap, serta menilai restrukturisasi tersebut memberikan kesempatan bagi Garuda Indonesia untuk melakukan perubahan fundamen secara menyeluruh pada seluruh landasan bisnis. "Dengan fundamen kinerja yang secara bertahap terus menunjukkan pemulihan yang konsisten termasuk melalui langkah perbaikan ekuitas yang terukur, kami optimis tahun 2024 akan menjadi tahun yang monumental dalam langkah akselerasi kinerja usaha Garuda Indonesia. Sejalan dengan proyeksi IATA yang meramalkan industri penerbangan di tahun 2024 akan menyelesaikan fase recovery-nya secara bertahap.” kata Irfan. Sebelumnya ia mengatakan pihaknya mencatat kinerja positif pertumbuhan pendapatan usaha konsolidasi di tahun kinerja 2023, yang tumbuh sebesar 40 persen atau USD2,94 miliar. Angka tersebut naik dari pendapatan usaha di tahun sebelumnya yaitu sebesar USD2,1 miliar. Sehingga hal ini menjadi salah satu indikator langkah penyehatan kinerja usaha yang terus berjalan sesuai rencana (on the track). Pendapatan bisnis tersebut didapat dari pendapatan penerbangan berjadwal yang naik 41 persen secara tahunan (y-o-y) yang naik menjadi USD2,37 miliar dari sebelumnya USD1,68 miliar. Sedangkan pendapatan usaha dari penerbangan tidak berjadwal juga mencatat pertumbuhan hingga 65 persen atau sebesar USD288,03 juta dari tahun sebelumnya yaitu USD174,81 juta.

Editor : Ediya Moralia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru