Senin, 22 April 2024

Garuda Indonesia Group Tambah 1,4 Juta Kursi Selama Peak Season Lebaran


  • Rabu, 13 Maret 2024 | 19:30
  • | News
 Garuda Indonesia Group Tambah 1,4 Juta Kursi Selama Peak Season Lebaran Maskapai penerbangan garuda Indonesia Foto Dok Garuda Indonesia
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Garuda Indonesia Group menyiapkan lebih dari 1,4 juta kursi penerbangan pada periode arus mudik dan arus balik yang diperkirakan akan berlangsung pada 3 April (H-7) sampai dengan 21 April 2024 (H+11), baik untuk rute domestik maupun internasional.
 
Kesiapan tersebut dioptimalkan dengan pengoperasian pesawat berbadan lebar hingga penambahan sedikitnya 27.500 kursi pada rute domestik dan internasional baik yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia maupun melalui anak usahanya Citilink, khususnya pada rute-rute yang menjadi pilihan utama masyarakat. 

Komposisi ketersediaan kursi Garuda Indonesia Group tersebut terdiri dari sedikitnya 706.706 kursi yang disediakan oleh Garuda Indonesia dengan mengoperasikan armada B777-300 ER, A330-300, A330-200 dan B737-800NG. Sementara Citilink akan menyiapkan sedikitnya 710.660 kursi penerbangan yang akan dilayani dengan armada A320 dan ATR.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa sebagai national flag carrier Garuda Indonesia bersama anak usahanya, Citilink berkomitmen untuk senantiasa berada di garda terdepan dalam memastikan kebutuhan atas aksesibiltas udara masyarakat khususnya dalam menyambut momentum Iebaran di tahun ini.
 
“Tidak dapat dipungkiri momentum lebaran tidak hanya menjadi momentum penting bagi kami untuk turut berkontribusi dalam menjembatani kebutuhan layanan penerbangan yang aman dan nyaman namun juga untuk mengoptimalkan geliat pertumbuhan penumpang pada periode ini", ujar Irfan lewat keterangan tertulis, Rabu (13/3).
 
Irfan menjelaskan, pada periode peak season lebaran ini, Garuda Indonesia Group akan fokus mengoptimalkan kapasitas penerbangan di berbagai destinasi favorit domestik di antaranya Padang, Solo, Palembang, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar.
 
Adapun optimalisasi kapasitas penerbangan didukung pengoperasian extra flight dimana Garuda Indonesia rencananya akan mengoperasikan sedikitnya 170 penerbangan tambahan, sementara Citilink mengoperasikan sekitar 16 penerbangan tambahan. 
 
“Tentunya proyeksi pengoperasian penerbangan tambahan ini akan terus bergerak dinamis sejalan dengan kebutuhan masyarakat jelang periode peak season nanti. Lebih lanjut, optimalisasi kapasitas produksi yang kami laksanakan ini juga diselaraskan dengan optimisme pertumbuhan perjalanan udara yang diprediksikan akan terus tumbuh di mana pada tahun ini Garuda Indonesia Group mencatatkan kenaikan jumlah kursi yang disiapkan lebih dari 1,4 juta kursi atau naik sebesar 18% jika dibandingkan dengan periode peak season Lebaran  2023 sekitar 1,2 juta kursi.”, jelas Irfan. 
 
Irfan melanjutkan bahwa pihaknya memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2024 akan terjadi pada 6 April dan puncak arus balik akan terjadi pada  13 April.
 
“Kami tentunya akan terus memantau perkembangan pergerakan penumpang dan menyiapkan berbagai langkah antisipatif jika terdapat peningkatan pergerakan penumpang pada periode tersebut dan terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai stakeholder kebandaraan untuk memastikan penerapan service and operations excellent Garuda Indonesia Group dapat terimplementasi secara konsisten dan optimal.”
 
“Selain ketersediaan kursi, fokus utama kami adalah memastikan tatalaksana aspek safety. Hal ini sejalan dengan core value layanan penerbangan Garuda Indonesia yang secara konsisten senantiasa mengedepankan aspek safety tidak hanya dalam budaya kerja seluruh awak pesawatnya melainkan juga melalui pemenuhan aspek compliance regulasi safety yang berlaku. Untuk itu, kesiapan tersebut turut kami optimalkan dengan melakukan prosedur perawatan berkala secara menyeluruh pada armada yang akan beroperasi, hingga optimalisasi kesiapan awak pesawat baik melalui fatigue risk management system bagi awak pesawat serta berbagai tindakan mitigasi operasional lainnya dalam aspek safety”, jelas Irfan.
 
“Kami memproyeksikan jumlah permintaan akan kebutuhan layanan penerbangan  akan terus berkembang sejalan dengan tren perjalanan masyarakat mendekati hari raya mendatang. Untuk itu, kami akan terus memantau pergerakan masyarakat guna memastikan kesiapan sarana prasarana layanan penerbangan dapat terpenuhi dengan optimal," tutup Irfan

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru