Jumat, 05 Juni 2026

Tiket Masuk Pulau Komodo akan Dinaikan Jadi US$ 500


  • Sabtu, 19 Januari 2019 | 20:55
  • | News
 Tiket Masuk Pulau Komodo akan Dinaikan Jadi US$ 500 Foto-Foto: Dok Pixabay.com

ARAHDESTINASI.COM: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan dana sebesar Rp100 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 untuk mendanai pembangunan Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo (TNK).

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat, mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk membudidayakan ternak seperti kerbau, babi, kambing, serta rusa, agar sejumlah Komodo tak saling memangsa.

indonesia-1145982_640

"Belum lama ini ada pencurian ternak di pulau Komodo. Ini baru satu orang mungkin, masih banyak yang melakukan pencurian. Kalau ini tidak dicegah makan makanan Komodo bakal berkurang. Jangan sampai Komodo memakan anaknya sendiri," ujarnya seperti dikutip Antara.

Orang nomor satu di NTT itu juga menambahkan bahwa walaupun pengelolaan TNK di bawah kendali Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, namun pengelolaan TNK tetap akan diambil alih oleh pemerintah Provinsi NTT.

Ia menilai bahwa kesulitan saat ini adalah rentang kendali yang sangat jauh dari pusat ke daerah khususnya ke Pulau Komodo, sehingga membuat kondisi Pulau Komodo tak diperhatikan dengan baik. ”Oleh karena itu kami akan ambil alih. Kami juga akan tutup untuk sementara waktu, Kalau ribut-ribut paling nanti Presiden yang akan turun, dan saat itu kami akan jelaskan alasannya," ujar dia.

Rencana penutupan itu juga bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah mendesain ulang kawasan itu, antara lain menanam pohon dan menambah makanan komodo."Jika saat penutupan ada wisatawan yang datang ke kawasan TNK boleh masuk dan berkeliling di TNK, tetapi tidak boleh turun dari kapal," terangnya.

Jika desain ulang Pulau Komodo sudah rampung, baru akan dibuka kembali dengan harga tiket masuk mencapai US$ 500 per orang atau setara dengan dengan Rp7 juta per orang. "500 dolar itu bentuk donasi terhadap pembangunan ekosistem dunia," ujar Viktor. (*)

 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru