Loading
Foto: metrotvnews.com
Jika datang ke Kabupaten Tojo Una-Una, oleh-oleh apa yang bisa dibawa? Produk olahan jagung di Tojo Una-Una bisa menjadi oleh-oleh utama. Jika suka hidup sehat, bisa membeli beras jagung. Lainnya ikan asin dan gula kelapa.
Terlepas dari itu, Tojo Una-Una punya potensi hasil perkebunan yang memang berpotensi dan dikenal hingga mancanegara. Ditjen PDTT, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi lewat instagram mempromosikan tiga produk unggulan Tojo Una-Una. Berikut jabarannya.
JagungJagung di Kabupaten Tojo Una-Una sudah pasti sangat berbeda dengan daerah lain. Jika mencari jagung pulut, maka kabupaten ini tempatnya. Jagungnya lekat dan pulen. Harga jagung di Kabupaten Tojo Una Una cukup stabil, berkisar antara Rp3.200-3.300/kg. Varietas yang ditanami adalah jagung hibrida dengan rata-rata produksi 8-10 ton/hektar. Jumlah Luas Tambah Tanam (LTT) jagung pada tahun 2017 seluas 12.194 hektar, atau sekitar 15% dari LTT jagung yang ada Sulawesi Tengah sebesar 80.544 hektar. Bekerjasama dengan Hexa Agro dan Bank BNI, Ditjen PDT membantu pemasaran jagung di Tojo Una Una, dimana Hexa Agro berperan sebagai offtaker dan Bank BNI berperan dalam memberikan Kredit Usaha Rakyat kepada para petani jagung. KelapaIndonesia merupakan produsen kelapa terbesar di dunia. Produksinya mencapai 18 juta ton per tahun. Di Kabupaten Tojo Una Una kelapa tumbuh subur dan menjadi salah satu komoditas unggulan. Kelapa bisa diolah menjadi banyak produk turunan, salah satunya adalah sabun.
Ditjen PDT bekerjasama dengan Nusa Berdaya, mengembangan industri rumah tangga sabun yang terbuat dari daging kelapa. Selain sabun, juga mengembangkan arang dari batok kelapa dan cocofiber dari serabut kelapa.
CabaiTotal biaya produksi usaha tanaman cabai merah per satu hektar untuk sekali musim tanam yang dipanen mencapai Rp 17,39 juta (2014). Persentase biaya produksi usaha tanaman cabai merah yang paling besar adalah biaya untuk upah pekerja sebesar 70,40 persen (Rp 12,24 juta).
Total biaya produksi usaha tanaman cabai rawit per satu hektar untuk sekali musim tanam yang dipanen mencapai Rp 23,11 juta (2014). Persentase biaya produksi usaha tanaman cabai rawit yang paling besar adalah biaya untuk upah pekerja sebesar 74,50 persen (Rp 17,21 juta). (*)
Baca juga:
Kemendes PDTT Gelar Workshop Bina Damai