Loading
Foto ilustrasi: pixabay.com
ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuka peluang 250 startup untuk bersaing dan dipertemukan dengan Modal Ventura. Dari 250 startup itu, nantinya akan melalui beberapa saringan hingga finalnya akan dicapai 55 startup.
“Hingga saat ini yang mendaftar sudah sekitar 100 startup. Mereka nantinya akan dikurasi, dari target pendaftaran 250 startup menjadi 100, kemudian melalui e-course disaring lahi menjadi top 55. Dari situ akan diberikan pelatihan dan berkesempatan one on one untuk pitching dengan modal ventura,” ujar Wulan dari Pijar Fondation dalam acara peluncuran Indonesia Business Startup Matchmaking (IndoBisa) 2023 di acara Weekly Brief With Sandi Uno, Senin (25/9).
Kemenparekraf mendukung penuh program Indonesia Business Startup Matchmaking (IndoBisa) 2023 yang diharapkan dapat memicu akselerasi pengembangan sektor ekonomi digital di Indonesia.
Baca juga:
Pariwisata Indonesia Cetak Pertumbuhan Positif, Kemenparekraf Genjot Promosi & Event DaerahAdyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya mengatakan program IndoBisa merupakan program kolaborasi antara Kemenparekraf dengan Pijar Foundation untuk mengembangkan potensi ekonomi perusahaan startup di Indonesia. Upaya pengembangan startup ini dinilai sangat menjanjikan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
“Berdasarkan data yang dihimpun KataData, ada 2.346 perusahaan startup di Indonesia pada tahun 2022. Ini saya kira bisa menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki peluang yang besar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi digital dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara. Indonesia juga mengalami pertumbuhan ekonomi digital yang lebih pesat seiring bertambahnya populasi," kata Nia.
Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf Anggara Hayun Anujuprana menjelaskan program ini menjadi platform bagi startup parekraf yang butuh suntikan modal dalam mengembangkan bisnisnya untuk bertemu dengan investor. Selain itu, program ini diharapkan bisa memicu ekosistem startup untuk tumbuh dan berkembang dalam mewujudkan bisnis berkelanjutan.
“Setelah dipertemukan dengan modal ventura, kita menginginkan ke depan terbangun ekosistem startup yang berkelanjutan melalui matchmaking, tematic networking, dan speed networking yang mudah-mudahan bisa kita lakukan di 2024," kata Hayun yang hadir dalam peluncuran bersama Direktur Innovation Pijar Foundation, Cynthia Krisanti. ***