Loading
Kebakaran kargo di Bandara Hong Kong / Foto: dok staf HKIA (sindonews.com)
ARAHDESTINASI.COM: Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia melarang pengiriman atau pun pengangkutan kargo ponsel merek Vivo, menyusul insiden kebakaran dus-dus berisi ponsel Vivo di apron Bandara Internasional Hong Kong.
“Untuk sementara kami menghentikan pengangkutan kargo udara jenis ponsel tertentu, tapi untuk penumpang tidak ada larangan,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Saputra menjawab pertanyaan melalui pesan tertulis (14/4)
Sebelumnya, gencar diberitakan ponsel merek vivo, tipe Y20 terbakar di apron parkir Bandara Internasional Hong Kong pada 11 April.
Setelah insiden tersebut, seperti diberitakan Antara, Garuda Indonesia mengeluarkan larangan sementara mengangkut ponsel vivo tipe apa pun melalui kargo udara, sambil menunggu hasil investigasi Otoritas Bandara Internasional Hong Kong.
Surat larangan dari Garuda Indonesia beredar di media sosial, antara lain menyebutkan petugas kargo harus memastikan tidak ada ponsel merek vivo di setiap pengiriman.
Sementara ponsel merek Vivo dilarang, suku cadang, aksesoris, selubung atau rangka ponsel tanpa baterai lithium bisa diterima dan diangkut melalui kargo udara.
Menurut Irfan, larangan sementara ini merupakan antisipasi untuk memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan agar tetap berjalan optimal.
"Kebijakan yang turut diambil sejumlah maskapai penerbangan dunia tersebut akan dilakukan hingga terdapat hasil investigasi menyeluruh dari otoritas Bandara Hong Kong," kata Irfan.
"Saat ini kami juga terus berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan langkah antisipatif yang perlu dilakukan menyikapi perkembangan hasil temuan tersebut," kata Irfan.
Perwakilan vivo Indonesia dalam keterangan resmi membenarkan insiden ponsel Vivo terbakar di Hong Kong dan sedang menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.
Vivo Indonesia belum menginformasikan apakah embargo pengiriman akan berdampak ke penjualan ponsel di Indonesia. Vivo saat ini memiliki pabrik di Tangerang yang memproduksi seri V dan seri Y. (*)