Loading
Foto: Arut Thongsombut from Pixabay
ARAHDESTINASI.COM: Pemerintah Jepang mengatakan akan memberlakukan tanggap darurat di wilayah barat Osaka untuk menekan kasus Covid-19.
Pengumuman itu akan dibarengi kebijakan pengurangan jam kerja dan meminta masyarakat untuk bekerja dari rumah dan menghindari kegiatan seperti karaoke.
Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura seperti dikutip Antara dari Reuters (1/3), berpendapat acara obor Olimpiade di kota utama prefektur tersebut sebaiknya ditunda, sehari setelah dirinya menyatakan kewaspadaan akan kemunculan gelombang keempat pandemi.
Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura, yang juga ketua Satgas COVID-19 Jepang, langkah pengendalian infeksi akan mencakup prefektur di Osaka, Hyogo serta Miyagi dan berlangsung mulai 5 April sampai 5 Mei.
Langkah baru itu berdasarkan pada aturan pengendalian infeksi yang direvisi dan dapat diterapkan di daerah yang lebih kecil daripada status darurat, yang diumumkan oleh Suga di sebagian besar wilayah Jepang pada awal Januari.
Pengendalian itu memberi pemerintah daerah wewenang untuk menginstruksikan pemilik usaha agar mempersingkat jam kerja dan menjatuhkan denda 200.000 yen atau mengumumkan nama-nama pelanggar aturan tersebut. Selain itu, warga juga diminta untuk bekerja dari rumah dan tidak melakukan aktivitas seperti karaoke.
Osaka terbebas dari status darurat lebih awal, namun kemudian mengalami lonjakan tajam kasus Covid-19 menjelang akhir Maret.
Infeksi baru Covid-19 di Osaka melampaui jumlah infeksi di Tokyo baru-baru ini. Prefektur Osaka melaporkan 599 kasus baru pada Rabu (31/3), hampir mencapai rekor 654 kasus pada awal Januari ketika Jepang terjebak dalam gelombang ketiga pandemi.
"Di Osaka khususnya, jumlah penderita COVID-19 berusia 20 dan 30-an meningkat lantaran orang-orang masih bepergian di malam hari," kata Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato pada Kamis. "Laporan galur mutan (virus corona) terus meningkat dan penularannya diperkirakan masih berlanjut.” (*)