Loading
Foto ilustrasi: agus santoso dari Pixabay
ARAHDESTINASI.COM: Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati minta pelaku pariwisata di daerah itu jangan sampai melepas aset-aset yang dimiliki, meskipun di tengah kondisi sulit karena dampak pandemi.
"Dikira kita sudah pailit sekali, sehingga ada pihak luar yang mau membeli aset-aset di Bali," kata Wagub Bali disela peresmian Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali di Denpasar (29/1) seperti dikutip Antara.
Oleh karena itu, menurut dia, kondisi ini harus dicermati dan dijaga kesabaran para pengusaha jangan sampai melepas aset yang dimiliki.
Baca juga:
Bali Jadi Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor, Menpar: Magnet Pariwisata Global"Sampai saat ini belum ada hotel yang pailit," ucap pria yang juga Ketua PHRI Bali itu.
Di sisi lain, Cok Ace, demikian pria ini biasa disapa, mengapresiasi kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno yang berkantor di Bali selama tiga hari (28-30 Januari 2021).
"Ini akan menginspirasi teman-teman Pak Sandi sesama pengusaha untuk datang ke Bali. Ini sangat baik untuk Bali ke depan," ujarnya.
Terkait dengan pinjaman lunak (soft loan) sebesar Rp9,9 triliun yang diperjuangkan Menparekraf untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali juga diharapkan dapat membantu industri pariwisata untuk bangkit.
"Saat ini sedang diproses, mudah-mudahan Februari ini bisa keluar atau kuartal pertama bisa keluar sehingga bisa membantu kita," ucap penglingsir (tokoh) Puri Ubud ini.
Pihaknya pun mengharapkan pinjaman tersebut diberikan dengan bunga di bawah kredit usaha rakyat (KUR) atau lebih rendah dari tiga persen. (*)