Rabu, 21 Januari 2026

Rasakan Jadi Orang Bali Sehari di Desa Penglipuran: Intip Pengalaman Unik Liburan Nataru!


 Rasakan Jadi Orang Bali Sehari di Desa Penglipuran: Intip Pengalaman Unik Liburan Nataru! Wisatawan mengunjungi Desa Wisata Penglipuran di Bangli, Bali, Rabu (23/4/2025). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

PENGLIPURAN, BALI, ARAHDESTINASI.COM - Bosan liburan hanya jadi penonton? Desa Wisata Penglipuran, sebuah desa adat di Kabupaten Bangli, Bali, siap memberikan pengalaman yang jauh lebih berkesan: menjadi Orang Bali seutuhnya, minimal sehari!

​Konsep unik ini akan mulai diterapkan pengelola selama masa padat kunjungan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, yaitu dimulai sejak 21 Desember 2025. Persiapkan diri Anda untuk merasakan petualangan budaya yang otentik di desa terbaik dunia ini.

​Kenakan Pakaian Adat, Nikmati Desa Peraih Gelar Terbaik Dunia

​Menurut Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, Wayan Sumiarsa, ide ini muncul karena tingginya minat wisatawan. ​“Saat ini, wisatawan memang sangat ingin merasakan menjadi Orang Bali sehari, salah satunya dengan mengenakan pakaian adat Bali. Konsep ini akan kami kombinasikan,” jelas Sumiarsa.

​Ketika Anda mengenakan pakaian adat khas Bali, Anda tidak hanya berfoto. Anda akan diajak menyusuri setiap sudut desa peraih gelar desa terbaik dari UN Tourism ini, mulai dari area selatan hingga hutan bambu yang teduh di utara. Ini adalah kesempatan emas untuk merasakan langsung atmosfer dan filosofi hidup masyarakat Desa Penglipuran. ​

Parade Budaya dan Sensasi Kuliner Mujair Nyat-Nyat

​Pengalaman menjadi warga lokal tidak akan lengkap tanpa mencicipi kearifan budaya dan kulinernya.

​Untuk menambah kental suasana, desa adat ini telah menyiapkan berbagai atraksi budaya spesial selama periode Nataru. Salah satu yang paling dinantikan adalah Parade Barong Macan yang akan dibawakan langsung oleh generasi muda desa. Pertunjukan ini menjanjikan tontonan yang energik dan penuh makna.

​Sementara itu, untuk urusan perut, pengalaman di Penglipuran akan terasa lengkap di lidah. Selama di sini, Anda bisa menikmati berbagai kuliner khas lokal yang dihidangkan, seperti Mujair Nyat-Nyat yang terkenal kelezatannya. Jangan sampai terlewat!

Ingin Pengalaman Lebih? Menginap di Rumah Tradisional

Bagi yang ingin pengalaman lebih mendalam, Bapak Sumiarsa menambahkan bahwa kini beberapa rumah warga desa adat dibuka sebagai penginapan lokal. ​Anda bisa bermalam di rumah tradisional khas Penglipuran, merasakan ketenangan hidup, dan berinteraksi lebih dekat dengan warga. Ini adalah cara terbaik untuk benar-benar memahami keasrian dan keunikan desa ini.

​Antisipasi Kunjungan dan Strategi Anti-Overtourism

​Masyarakat Desa Penglipuran terlihat sangat antusias menyambut konsep ini. Seluruh elemen desa, mulai dari petugas, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa, telah memetakan waktu-waktu puncak kunjungan dan siap siaga menyambut para tamu.

​Dengan konsep "Sehari Jadi Orang Bali", pengelola memproyeksikan lonjakan kunjungan hingga 3.000 wisatawan per hari!

​Meskipun demikian, mereka sangat berhati-hati. Angka kunjungan ini disesuaikan ketat dengan kemampuan daya tampung desa untuk menghindari terjadinya fenomena overtourism. Tujuannya adalah agar wisatawan tetap bisa berlibur dengan nyaman, berdampingan dengan warga lokal, dan menjaga keasrian desa yang sangat dijaga.

​Secara historis, wisatawan Nusantara (Wisnu) diprediksi akan tetap mendominasi, terutama yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta. Total kunjungan tahunan diperkirakan akan mencapai 900.000 kunjungan di akhir tahun ini dikutip Antara.

​Terakhir, pengelola juga telah melakukan penataan area yang rawan dan memastikan pemasangan tanda peringatan di titik-titik penting sebagai antisipasi potensi dampak musim hujan, semua demi menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Indonesia Terbaru