Rabu, 28 Januari 2026

B2B IATTA & Astindo Buka Networking & Peluang Bisnis Baru


  • Kamis, 01 Oktober 2020 | 20:06
  • | News
 B2B IATTA & Astindo Buka Networking & Peluang Bisnis Baru Foto: Dok IATTA

ARAHDESTINASI.COM: IATTA Astindo Adventure Travel Mart 2020 menjadi ajang bertemu buyers dan sellers yang ingin menyiapkan produk wisata berbasis alam dan adventure di Indonesia.

Ajang Business to Business (B2B) yang diinisiasi Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) dan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) dengan dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu mendapat sambutan sangat positif.

“Jumlah buyers yang mendaftar di acara ini melampaui target. Jumlahnya dua kali lipat. Ada 100 buyers yang mendaftar, sehingga kami harus menambah kapasitas,” ujar Sekjen Astindo Pauline Suharno baru-baru ini.

IATTA Astindo Adventure Travel Mart 2020 diselenggarakan dalam tiga kategori dan digelar dalam waktu berbeda. Ajang B2B pertama dilaksanakan 30 September 2020 untuk kategori wisata nusa, kemudian akan dilanjut 7 Oktober untuk wisata Tirta, dan 14 Oktober untuk wisata dirga.

“Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, Astindo merasa perlu untuk mempertemukan buyers dan sellers secara virtual. Astindo juga merasa perlu berkolaborasi untuk mendorong para pelaku industri pariwisata agar segera menyiapkan produk wisata yang sesuai dengan protokol Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE),” ujar Pauline sembari menambahkan, sebelumnya, Astindo telah menuangkan ide virtual travel mart untuk kategori outbond ke luar negeri.

Ketua IATTA Cahyo Alkantana dalam sambutan pembukaan B2B wisata nusa, menjelaskan bahwa IATTA Astindo Adventure Travel Mart melibatkan 45 Seller yang berasal dari operator wisata petualangan nusa, dirga dan tirta dari seluruh Indonesia. Terdapat 3 batch pertemuan dimana masing-masing pertemuan akan dihadiri 50 Travel Agent sebagai target, namun pada even pertama wisata nusa dihadiri 100 Travel Agent.

"Ini momen langka, di mana para sellers mendapat kesempatan memperkenalkan produk kepada buyers. Saya berharap kesempatan ini bisa digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk terus menjaga dan memperluas kontak dengan para travel agent,” katanya.

Wisata PetualanganPada kesempatan itu, Cahyo berkisah bahwa wisata petualangan di Indonesia sebenarnya telah lama berkembang. Namun, lebih banyak diminati wisatawan mancanegara ketimbang wisatawan nusantara.

Pada awalnya wisata petualangan dianggap sebagai kegiatan berbahaya yang hanya dilakukan oleh kelompok kecil yang hobi bertualang. Namun, dalam 20 tahun terakhir, wisatawan nusantara mulai banyak ikut menikmati wisata petualangan dan perlahan berubah menjadi gaya hidup.

Pada saat bersamaan, operator-operator wisata petualangan mulai tumbuh dan berprogres untuk mengedepankan safety dan sustainability yang menjadi tantangan terbesar dari perkembangan wisata petualangan di Indonesia.

Indonesia, papar Cahyo, sering disebut sebagai Adventure in Tropical Heaven. Surga di katulistiwa bagi para petualang, karena kita memiliki 54 Taman Nasional di daerah tropis dengan keanekaragaman hayatinya, 139 gunung api yang menjadi bagian dari cincin api pasifik, satu dari 7 puncak tertinggi di 7 benua atau 7 summits, lebih dari 100 sungai-sungai cantik dan daerah-daerah karst dengan pemandangan bawah tanah dan kegelapan yang spektakuler.

“Dengan kekayaan alam ini, Indonesia menjadi ranking 3 dunia pada Adventure Travel Development Indeks 2018 dalam konteks Natural Resources,” ujar Cahyo.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam 5 tahun terakhir menurut Cahyo, telah banyak berkontribusi dalam perkembangan wisata petualangan dengan meningkatkan kemampuan dan standard serta melakukan sertifikasi bagi para pemandu wisata petualangan, seperti pemandu gunung, arung jeram, goa dan ecotourism, dan akan dilanjutkan dengan paralayang. “Semoga kegiatan B2B ini bermanfaat untuk semua pihak,” katanya.

Terkait wisata petualangan berbasis alam bebas (back to nature), Pauline menambahkan bahwa berdasarkan hasil survei, pandemi Covid-19 memunculkan perubahan minat. Wisatawan saat ini cenderung berminat pada wisata berbasis alam bebas.

“sangatlah tepat anggota ASTINDO mengikuti acara ini agar mendapatkan informasi terkini terkait produk-produk unggulan dari operator wisata nusa, tirta dan dirga. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong pemulihan bisnis pariwisata Indonesia serta membangkitkan semangat rekan-rekan pelaku industri pariwisata agar tetap mendapat kesempatan membangun networking sekaligus menciptakan peluang bisnis baru,” pungkasnya. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru