Loading
Foto ilustrasi: MadebyNastia from Pixabay
ARAHDESTINASI.COM: Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisata turun mendekati 100% dan akibatnya dirasakan langsung oleh 180 ribu tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Lebih dari 2.000 hotel dan penginapan mengalami pemberhentian operasional. Hal ini menyebabkan penurunan permintaan terhadap bahan baku, misalnya minyak, telur, susu, dan lain-lain. Ini semua dampaknya sangat luas,” papar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan, saat membuka webinar bertemakan Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru, belum lama ini.
Oleh karena itu, Menko Luhut mendorong peningkatan turis domestik secara bertahap sampai dengan 70%. Namun menurutnya, paradigma dalam berwisata perlu mengalami perubahan, yaitu dari paradigma massal yang menekankan jumlah wisatawan, menjadi paradigma berkualitas yang menitikberatkan pada nilai tambah.
Baca juga:
Pariwisata Indonesia Cetak Pertumbuhan Positif, Kemenparekraf Genjot Promosi & Event Daerah“Karena itu saya titip daerah-daerah yang akan dikunjungi itu supaya betul-betul komplit terhadap protokol kesehatan,” pesannya.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio pada kesempatan itu, juga menekankan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.
Berdasarkan pengamatan, ujarnya, sejumlah daerah telah mempersiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan dengan sangat baik, salah satunya Provinsi Bali.
Gubernur Bali menyambut baik pernyataan Wishnutama. "Kami di Provinsi Bali saat ini sedang melakukan satu proses tahapan dimulainya aktivitas kepariwisataan. Tentu saja kami harus bekerja lebih keras terlebih dahulu dalam penanganan covid-19," ucap Gubernur Bali Wayan Koster.
Terkait penanganan covid-19, Gubernur Bali melaporkan bahwa tingkat kesembuhan saat ini mencapai 74% dan dirinya menargetkan mencapai 80% pada akhir minggu ini. (*)