Rabu, 28 Januari 2026

Berburu Mural di Georgetown dan Ipoh


 Berburu Mural di Georgetown dan Ipoh Foto: Lintang

ARAHDESTINASI.COM: Kawasan kota tua Georgetown (Penang) dan Ipoh, memang menarik. Walau pun tua bukan berarti terbengkalai. Di dua daerah Malaysia itu, kota tua justru tampak indah dan hidup. Menjadi kawasan wisata yang dipenuhi wisatawan.

Bangunan-bangunan tua terawat, menjadi pusat kuliner, toko suvenir, obat-obatan, atau sekadar rumah biasa. Makna terawat itu juga tampak pada bangunan yang catnya sudah mengelupas, ditumbuhi tanaman rambat dengan akar menjuntai, bahkan batu-bata yang lapisan semennya tak lagi sempurna.

Belum lagi mural-mural cantik yang bisa dijumpai di tembok-tembok, saat wisatawan menelusuri gang-demi gang di Georgetown dan Ipoh. Berikut beberapa informasi dan panduan menjelajah kota tua Georgetown dan Ipoh.

GeorgetownGeorgetown merupakan kawasan kota tua di Penang. Banyak bangunan bersejarah dan rumah-rumah tua di kawasan ini. Tidak mengherankan jika pemerintah Malaysia menetapkan sebagai kawasan yang dilindungi, dan kemudian membagi berdasarkan zona, yakni zona inti, zona pendukung, dan zona di luar Georgetown yang menunjukkan modernitas dengan gedung-gedung menjulang, hotel dan resort, mau pun pusat-pusat perbelanjaan modern.

Zona inti dan penyangga di Georgetown menarik ditelusuri. Di dua zona itu, wisatawan bisa menikmati suasana kota tua dengan berjalan kaki. Dari semua jalanan (biasanya jalan disebut dengan kata lebuh), jangan lewatkan Lebuh Armenian dan  sekitarnya yang menawarkan beberapa hal menarik. Ini di antaranya:

1. Gang-gang di Lebuh Armenian dan sekitarnya bisa dikatakan paling sering memberi kejutan dengan adanya lukisan mural yang mempesona. Meski dilukis di dinding yang cat atau semennya sudah mengelupas, dijamin mural-mural itu akan membuat wisatawan gembira, hingga memunculkan hasrat untuk memotret dan dipotret. Bagaimana tidak, selain lukisannya menarik, juga menawarkan foto dengan efek tiga dimensi. Konon, salah satu pelukis muralnya adalah seniman asal Lithuania bernama Ernest Zacharevic dan tentu sebagian lagi seniman lokal. Intinya, jangan pernah ragu menelusuri gang-gang di Lebuh Armenian dan jalanan di sekitar Georgetown.

2. Selain mural, Lebuh Armenian menawarkan kios-kios suvenir yang barangnya berbeda dengan kawasan lain, termasuk yang dijual di night market. Banyak oleh-oleh dan suvenir unik, mulai dari gantungan kunci, gelang, kalung, kaos, hiasan dinding, dan masih banyak lagi. Kreativitas di kawasan ini seakan menyeruak kuat. Beberapa anak muda menyuguhkan toko-toko yang menunjukkan kreasi menyenangkan. Pemandangan seperti itu bukan hanya ada di Lebuh Armenian, tetapi juga jalanan di seberangnya.

IpohSeperti halnya Georgetown, kota tua Ipoh sama menariknya untuk ditelusuri. Bedanya, jika Georgetown ramai hingga malam hari, aktivitas Ipoh meredup begitu masuk pukul 19.00, kecuali di kawasan night market. Apa yang bisa dilakukan di KotaTua Ipoh?

1. Sama seperti di Georgetown, jangan ragu memasuki gang-gang di kota tua Ipoh. Tembok-tembok di gang dan jalanan kecil kota ini kerap memberi kejutan mural yang indah. Sudah pasti keinginan untuk memotret dan dipotret akan muncul.

2. Jangan lewatkan menelusuri Concubine Lane, lorong atau gang yang jadi incaran wisatawan. Dulu, konon kabarnya, lorong Concubine Lane dipenuhi rumah-rumah untuk istri simpanan para pria kaya. Namun, kondisi itu tentu sudah berubah. Lorong tua yang satu ini sekarang  berubah menjadi deretan toko dan kaki lima penjual suvenir dan kuliner. Sangat menarik.

3. Jangan lupa cari juga lokasi Plan B yang letaknya tidak jauh dari Concubine Lane. Plan B jadi salah satu sasaran kunjung wisatawan. Tempat itu memang menarik dan menjadi destinasi yang mengundang wisatawan berpotret-ria. Di samping kafe yang menempati bangunan tua dengan desain modern, terdapat lorong kecil yang melebar di bagian dalam. Apa menariknya? Ini dia yang unik. Lorong itu menampilkan kesan tua dan sedikit horor. Jendela-jendela tua dengan cat yang sudah mengelupas berpadu dengan tembok yang tak lagi sempurna, lengkap dengan untain pohon rambat beserta akar-akarnya. Ketuaan dan kesan tidak terawat itu, sebenarnya justru disengaja dan memang dirawat demikian. Pemandangan seperti itu, ternyata justru mengundang wisatawan untuk berpose dan berpotret ria. Di lorong tersebut juga ada beberapa bangunan yang seakan sudah tidak terpakai, tapi justru dijadikan butik fashion dan suvenir. Lagi-lagi semua itu mengundang jepretan kamera. Terus saja berjalan mengikuti lorong, karena pada akhirnya akan tembus di Lorong Panglima dan jalan besar.

Nah, itu kira-kira dua tempat di kota tua Georgetown (Penang) dan Ipoh yang menarik dan harus dikunjungi.

 

Penulis: Lintang RoweIG: @lintangrowe

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Mancanegara Terbaru