Loading
Foto: liputan6.com (dok. http://geomagz.geologi.esdm.go.id)
ARAHDESTINASI.COM: Mau melihat gunung dengan batu warna-warni yang indah? Datanglah ke objek wisata Gunung Kellaba Maja di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Objek wisata yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2018 ini, disebut-sebut menyaingi Danxia Landform, tebing warna-warni di China.
“ Objek wisata seperti ini hanya ada dua di dunia, yakni Kellaba Maja di NTT dan satu lagi di Tiongkok,” papar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu, dalam berbagai kesempatan.
Kellaba Maja dijamin akan membuat wisatawan terpesona. Bukit dan tebing batu granit di tempat itu berjajar memancarkan warna-warni yang bisa membuat orang takjub. Selain itu, ada tiga batu yang menumpuk di ujung batu tinggi, sehingga disebut dengan nama batu keseimbangan. Penduduk sekitar objek wisata yang terletak di Pulau Sabu, Kecamatan Hawu Mehara itu memaknai tiga batu keseimbangan sebagai perlambang sebuah keluarga, suami, isteri dan anak.
Kellaba Maja diyakini penduduk sebagai tempat para dewa. Ke’llaba dalam bahasa setempat berarti tanah, dan Maja bisa diartikan sebagai dewa. Di tempat itu juga ada batu tempat masyarakat setempat mengadakan ritual pemotongan hewan sebagai bentuk persembahan bagi para dewa.
Terlepas dari itu, Kellaba Maja memang sungguh indah. Di bawah terik matahari, batuan warna-warni itu memancarkan lebih banyak pesona. Apalagi ketika dinaungi langit biru dengan hiasan awan putih.
Baca juga:
Wings Air akan Buka Rute Kupang-RutengAKSES: Meski indah, sampai saat ini akses menuju Kellaba Maja tergolong masih sulit. Patokannya dimulai dari Kupang, kemudian dilanjutkan ke Pulau Sawu, Kabupaten Sabu Raijua. Untuk mencapai Pulau Sawu bisa menggunakan pesawat dari Bandara El Tari Kupang menuju BandaraTardamu Pulau Sabu. Bisa juga lewat jalur laut dari Pelabuhan di Kupang sekitar 12 jam perjalanan.
Dari titik pendakian di Pulau Sabu, wisatawan bisa melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar dua jam, dengan medan lumayan berat. Cukup melelahkan, namun keindahan Kellaba Maja dipastikan memunculkan pikiran, “tempat itu memang layak diperjuangkan.” (Helena)