Kamis, 29 Januari 2026

Garut Ternyata Punya Agrowisata Jeruk


 Garut Ternyata Punya Agrowisata Jeruk Foto: arahdestinasi.com

ARAHDESTINASI.COM: Desa Karangsari, Kecamatan Karangpawitan, Garut, punya agrowisata jeruk. Cobalah mampir, menikmati suasana perkebunan yang asri sembari memetik buah jeruk sesuai kebutuhan. Buah-buah itu nantinya bisa dibawa pulang, tentu setelah ditimbang dan dikenai biaya sesuai harga pasaran perkilogram.

Di lokasi agrowisata, wisatawan juga bisa mempelajari cara pembibitan, penanaman, dan perawatan tanaman jeruk. Pengunjung bisa membeli bibit jeruk untuk ditanam di rumah. “Ada wisata edukasinya dan ada kedai-kedai yang menyajikan kuliner di areal agrowisata,” ujar Yayat, salah satu petani jeruk dan pengurus BUMDes Karangsari, ketika ditemui di Garut belum lama ini.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karangsari, Desa Karangsari, Kecamatan Karangpawitan, Garut punya cita-cita bisa semakin memajukan petani jeruk di wilayahnya. Saat ini, untuk perkebunan jeruk, mereka telah mendapat pelatihan mulai dari pembibitan hingga panen.

Begitu diberi kesempatan mengembangkan usaha, masyarakat sepakat membentuk BUMDes Karangsari, sekitar akhir 2017. “Kami punya harapan besar. Semoga melalui BUMDes bisa lebih mudah meningkatkan pemasaran dan kerja sama usaha dengan berbagai pihak,” ujar Yayat.

Belum satu tahun BUMDes berjalan, petani jeruk di Desa Karangsari sudah merasa sangat terbantu. Mereka semakin bersemangat mengikuti pelatihan untuk meningkatkan produksi agar bisa memenuhi kebutuhan pasar.

“Produksi kami memang meningkat, dan wilayah sebaran pemasaran pun meluas. Jika dulu hanya sampai Bandung, sekarang sampai Tasikmalaya dan bebagai daerah di Jawa Barat lainnya. Kami berharap, manajemen BUMDes dalam waktu dekat bisa melakukan kerja sama dengan BUMDes-BUMDes lain,” tutur Haji Nandang, tokoh masyarakat yang ikut dalam perbincangan.

Saat ini lahan di desa yang ditanami tanaman jeruk sekitar 20 hektare. Selain itu, tiap-tiap rumah sekarang punya pohon jeruk. Yayat menjelaskan, ada program dengan menanam dua pohon jeruk di halaman rumah, maka pajak bumi dan bangunannya lunas. “Masyarakat jadi tambah bersemangat. Kalau tidak salah itu program inovasi desa,” paparnya.

Alhasil, dalam satu hari mereka bisa mengeluarkan jeruk dalam hitungan 10 kolbak. Satu kg jeruk Garut ini dihargai Rp10 ribu. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Jawa Tengah Terbaru