Rabu, 28 Januari 2026

Menyesap Kopi & Teh di Agrowisata Satria


 Menyesap Kopi & Teh di Agrowisata Satria Foto: arahdestinasi.com

ARAHDESTINASI.COM: Berlibur ke Bali memang tidak pernah membosankan. Selalu saja ada objek wisata menarik untuk didatangi. Jika punya rencana ke Pulau Dewata, cobalah mampir ke Satria Coffee Plantation, agrowisata yang terletak di Kintamani, tepatnya di Desa Basang Ambuh, Kecamatan Tampak Siring.

Gerbang masuknya ada di tepi jalan, dengan halaman parkir luas. Pemandu biasanya sudah menyambut di halaman depan, kemudian wisatawan diajak jalan menurun ke dalam perkebunan yang hijau dan asri, sembari diberi penjelasan tentang jenis dan proses pengolahan kopi, berikut berbagai rempah di Indonesia.

Cicip-cicipPengunjung juga bisa menyaksikan cara roasting tradisional yang dilakukan dengan tungku, kompor tradisional berbahan kayu bakar. Setelah itu, susuri lagi jalan setapak hingga tiba di halaman luas dikelilingi pohon-pohon rindang dan beberapa rumah (saung terbuka) yang terletak dalam beberapa tingkatan ketinggian sesuai kontur tanah. Nah, disinilah keasyikan lebih terasa.

Satria Coffee Plantation tempat yang tepat untuk bersantai sembari mencicipi kopi khas Bali, dan aneka minuman dari berbagai tanaman dan rempah Indonesia yang sudah diekstrak dalam bentuk bubuk.

Dengan membayar tiket masuk Rp50 ribu, wisatawan yang datang bisa menikmati 1 cangkir kopi luwak dan 12 jenis minuman berempah lain yang disajikan dalam cangkir kecil-kecil. Menyesap kopi di tengah perkebunan terasa nikmat, apalagi sambil mengobrol santai dengan beberapa teman.

Kopi Bali dan kopi luwak jadi sajian utama agrowisata Satria. Jika jatuh cinta dan ingin membeli, maka tersedia kedai oleh-oleh. Satu kg kopi luwak harganya bervariasi hingga mencapai Rp4 juta. Untuk kopi Bali dijual Rp170 ribu.

Jangan lupa cicipi aneka teh warna-warni yang dibuat dari buah dan rempah khas Indonesia. Ada banyak piliham mulai dari ginger tea, mangosteen tea, hot cocoa, red rice tea, lemon grass tea, dan masih banyak lagi. Sekadar rekomendasi, cobalah lemon grass tea, rasanya segar, manis campur asam dan menurut penjaga di sana, paling disukai kaum hawa. Jangan ragu bertanya tentang bahan baku yang diguakan dan manfaat berbagai jenis teh yang disajikan. Teh kulit manggis konon sangat baik untuk kulit karena mengandung anti-oksidan tinggi. Teh beras merah baik untuk tulang, lemon grass untuk flu dan masih banyak lagi.

SejarahAgrowisata Satria berdiri kira-kira 10 tahun lalu.Lokasinya strategis di jalan utama jalur wisata Kintamani. Dulu, kisah Dewa Gede Asmaraguna, pemilik Satria Coffee Platation, sekitar 1980-an sudah banyak turis asing yang berhenti di sepanjang jalur Kintamani untuk melihat berbagai perkebunan, mulai kopi hingga cengkih. Mereka punya minat tinggi.

Ketika Dewa Gede Asmaraguna dewasa, para pemandu kerap membuat acara kunjungan bersama wisatawan asing ke perkebunan. Dari situ muncul ide untuk memadukan unsur tradisional dan modern. “Berdasarkan hasil evaluasi dan perbincangan dengan teman-teman pemandu wisata, lahirlah Satria Coffee Plantation sekitar 10 tahun lalu,” paparnya.

Asmaraguna mempertahankan sistem roasting tradisional. Di areal agrowisata Satria proses roasting kopi bisa dilihat pengunjung. Untuk memenuhi kebutuhan kopi, dia bermitra dengan para petani kopi di Bali. Begitu pun dengan kebutuhan bahan baku rempah-rempah. Dalam satu tahun, Satria Coffee Plantation bisa menjual sekitar 5 ton kopi bali. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Jawa Tengah Terbaru