Rabu, 21 Januari 2026

Menyerap Kearifan Lokal Seren Taun di Desa Citorek Tengah


 Menyerap Kearifan Lokal Seren Taun di Desa Citorek Tengah Foto: Inovasi Desa / Kemendes PDTT

ARAHDESTINASI.COM: Sudah pernah melihat dan mengikuti upacara Seren Taun? Jika belum bersiaplah menyaksikan kearifan lokal itu di Desa Citorek Tengah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten. Acara yang dimaknai bersedekah atas keberhasilan panen serta memohon berkah untuk panen tahun mendatang itu, tahun ini akan dilangsungkan 16 - 25 September 2018.

Seren Taun merupakan ritual tahunan masyarakat Sunda, khususnya yang tinggal di Jawa Barat dan Banten, seperti dikisahkan Inovasi Desa, Kemendes PDTT. Seren Taun berasal dari kata seren yang artinya menyerahkan dan taun yang berarti tahun.

Ritual Seren Taun di Desa Citorek Tengah biasanya diikuti hajatan atau selamatan, serta acara khitanan massal. Selama perayaan Seren Taun seluruh masyarakat diwajibkan mengenakan pakaian adat. Pakaian adat terdiri dari baju atasan putih, bawahan sarung, dan bagi laki-laki memakai iket atau tutup kepala. Bagi perempuan, pakaian adat yang dikenakan adalah kebaya dan bawahan sarung.

Seren Taun di Desa Adat Citorek diawali dengan nganjang, satu hari sebelum perayaan. Nganjang artinya berkunjung ke tempat sesepuh, biasanya dimulai dari sepuh atau Olot Didi di Desa Citorek Timur dengan membawa hasil panen. Nganjang dilanjutkan ke rumah-rumah sesepuh atas perintah sesepuh.

Setelah itu ada pagelaran kesenian tradisional berupa tari-tarian, hingga penampilan alat musik, rengkong, angklung dan bedug lojor. Rengkong adalah bambu yang diisi dengan padi, dipikul dibahu dan digoyang-goyangkan. Dulu alat musik yang digunakan hanya angklung dan bedug lojor. Sekarang sudah pakai kendang, gong, dan bedug dogdog.

Puncak perayaan Seren Taun dilakukan dengan menyembelih kerbau. Dagingnya dibagikan ke seluruh masyarakat, dan selanjutnya melakukan ziarah ke tanah leluhur. Perayaan ditutup dengan menggelar syukuran atau selamatan. Terkadang syukuran juga dilanjutkan dengan acara khitanan massal.

Ritual Seren Taun di Desa Citorek Tengah juga dimaksudkan untuk memberi jeda waktu sebelum memulai penanaman kembali. Biasanya setelah panen sampai ke hari perayaan Seren Taun merupakan waktu istirahat.

Desa Citorik hanya menerapkan penanaman dan panen sekali dalam satu tahun. Pembatasan itu sengaja dilakukan. Mereka percaya, cara itu akan membuat tanah lebih subur dan hasil panen memiliki nilai jual ekonomi lebih tinggi. Ajaran tersebut bersumber dari para sesepuh (kasepuhan).

AksesUntuk mencapai Desa Citorek Tengah, tentu lebih mudah menggunakan kendaraan pribadi. Namun, bisa juga menggunakan kendaraan umum. Dari Jakarta bisa naik bus jurusan Cipanas. Dari Cipanas ada angkutan elf menuju Citorek dengan lama perjalanan sekitar 1,5 jam. Angkutan itu beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 14.00, dengan biaya sekitar Rp50 ribu.

Tidak ada penginapan mau pun home stay di Citorek. Biasanya jika ingin menginap di rumah penduduk bisa langsung menghubungi kepala desa. Komunikasi dengan kepala desa juga penting untuk mengetahui agenda perayaan, karena setiap harinya bisa berpindah-pindah lokasi. Silakan menghubungi Kepala Desa Citorek Tengah Ajat Sudrajat di nomor: 0857-1130-4999 (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Jawa Tengah Terbaru