Loading
Foto: Istimewa
ARAHDESTINASI.COM: Tahun ini Dieng Culture Festival 2018 dihelat 3-5 Agustus, bertepatan dengan cuaca ekstrem yang bisa mencapai minus 5 derajat celcius pada dini hari. Meski demikian, butiran embun yang membeku justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain menikmati rangkaian acara Dieng Culture Festival, banyak di antara wisatawan yang sengaja bangun subuh untuk melihat langsung hamparan rumput, tanaman, mobil, dan sebagainya tertutup es putih.
Wisatawan juga tak surut menyaksikan rangkaian acara yang digelar malam hari seperti Jazz Atas Awan dan Festival Lampion. Panitia menyediakan api unggun untuk menghangatkan badan.
Buat yang belum pernah menyaksikan Dieng Culture Festival, ini beberapa alasan yang bisa menjadi pijakan perencanaan liburan tahun depan ke Dieng, khususnya untuk menyaksikan Dieng Culture Festival 2019.
1. Jazz Atas AwanBagaimana rasanya menikmati musik dan permainan lampu diselimuti kabut dan udara dingin Dieng? Pengalaman seperti itu harus dirasakan sendiri. Di Dieng, kita akan benar-benar merasakan nikmatnya bisa mendengarkan musik, merasakan sapuan udara superdingin, dan sekaligus mensyukuri kehangatan api unggun.
2. Festival LampionIni salah satu pesta yang dinanti-nanti wisatawan. Bagaimana tidak, langit malam bisa berubah menjadi begitu indah bak negeri dongeng. Penuh warna-warni lampion. Tahun ini, lampion dilepas pukul 00.00 memasuki tanggal 5 Agustus. Usai menikmati suara khas dan syair indah lagu-lagu grup musik Letto, lampion pun dilepas, diiringi pesta kembang api dan Lagu Indonesia Pusaka. Pemandangan yang terpampang benar-benar akan mempesona. Diperkirakan malam itu lebih dari 5.000 lampion mengangkasa.
3. Pencukuran Rambut GimbalPencukuran rambut gimbal menjadi salah satu acara adat dan budaya yang ditunggu-tunggu wisatawan. Banyak anak muda yang memilih memasang tenda di kawasan Candi Arjuna agar bisa menyaksikan upacara ini. Pagi-pagi mereka rela antre untuk mendapat tempat di dekat panggung. Acara dimulai setelah Kirab Budaya yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tiba sekitar pukul 08.30. Tahun ini ada 12 anak bajang (berambut gimbal- semuanya perempuan) yang mengikuti ritual potong rambut. Mereka dipercaya sebagai titisan nenek moyang masyarakat Dieng. Anak bajang laki-laki dipercaya sebagai keturunan Kyai Kolodete, sedangkan yang perempuan titisan Nini Ronce Kala Prenye.Anak bajang lahir normal seperti bayi pada umumnya. Namun sekitar usia 1-2 tahun, mereka terserang panas tinggi. Begitu sembuh, rambut yang tumbuh menjadi gimbal. Meski sudah dipotong sekali pun, rambut tersebut tetap tumbuh gimbal. Setelah menjalani ritual potong rambut dengan syarat keinginan anak tersebut dipenuhi, percaya atau tidak, rambut yang tumbuh akan kembali normal. Jika keinginan tak terpenuhi, rambut akan tetap tumbuh gimbal. Tahun ini, beragam keinginan anak bajang, mulai dari telepon genggam, es krim rasa coklat sampai ikan lele.
4. Objek Wisata BeragamDieng, khususnya yang masuk Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo memiliki banyak objek wisata. Di Banjarnegara di antaranya ada Candi Gatotkaca dan Arjuna. Ada juga Telaga Warna yang indah dan terkesan magic saat kabut turun di atas air danau. Di Wonosobo ada Bukit Sikunir yang jadi tempat perburuan matahari terbit. Bukit ini populer karena awan terlihat melingkupi, sehingga kerap mendapat istilah ‘Negeri di Atas Awan’. Ada juga Dieng Plateau Theater yang dilengkapi juga dengan aktivitas kekinian seperti flying fox dan potret di ketinggian dengan sepeda. Masih banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi mulai dari Kawah Sikidang, Batu Ratapan Angin, dan sebagainya. (*)