Loading
Foto: Istimewa
ARAHDESTINASI.COM: Bromo punya banyak spot yang bisa digunakan untuk menikmati keindahan kaldera Gunung Bromo dan lautan pasirnya. Empat di antaranya merupakan gardu pandang yang biasa didatangi untuk melihat sinar matahari terbit yang berlahan menebar warna emas di puncak kaldera, satu lagi biasa didatangi untuk menikmati matahari terbenam. Masing-masing bisa dinikmati, terbantung dari jalur atau akses utama yang dipilih (baca 4 Akses Utama Menuju Bromo).
PUNCAK B29 & B30Dua puncak ini terletak di Kabupaten Lumajang, sekitar 4,5 jam dari Kota Malang. Dibandingkan dengan tiga akses utama lain, jalur ini memang lebih panjang. Namun, pemandangan yang terpampang luar biasa indah. Bukit dan lembah hijau yang dipenuhi dengan berbagai tanaman seperti wortel, bawang daun, tomat, cabe, dan sebagainya. Jika memilih jalur ini, bisa menginap di Malang atau berbaur dengan masyarakat desa, menginap di homestay yang murah dan bersih. Merasakan udara segar, menyelami kehidupan Suku Tengger yang unik, dan merasakan makanan desa yang sedap. Puncak B29 dan Puncak B30 lokasinya berdekatan, tapi terletak di dua kabupaten berbeda. Puncak B29 masuk Kabupaten Lumajang, sedangkan Puncak B30 masuk Kabupaten Probolinggo. Keduanya menawarkan pemandangan pagi yang menyenangkan. Di kawasan itu, wisatawan juga bisa berkemah.
|
|
AKSES |
|
1 |
Dari Malang ke Desa Argosari pp (tempat dimulainya perjalanan menuju B29 dan B30), bisa menyewa kendaraan dengan kisaran harga Rp900 ribu hingga Rp1.100.000.
|
|
2 |
Dari Desa Argosari (ada rest area), perjalanan menuju kaki Puncak B29 bisa dilanjutkan dengan ojek dengan biaya Rp75 ribu pp.
|
|
3 |
Dari perhentian ojek dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit menuju Puncak B29.
|
|
4 |
Dari Puncak B29 perjalanan bisa dilanjutkan ke Puncak B30 sekitar 1 km
|
|
5 |
Wisatawan dikenai retribusi Rp5.000/orang di pos perizinan. Harga homestay mulai dari Rp60 ribu/malam/orang.
|
PANANJAKAN 1Barangkali inilah gardu pandang yang pertama dikenal wisatawan. Pananjakan 1 masuk dalam wilayah Kabupaten Pasuruan. Terletak di ketinggian 2.770 mdpl, dan lokasinya berhadapan langsung dengan puncak Gunung Bromo dan Batok dengan latar belakang Gunung Semeru.
|
|
AKSES |
|
1 |
Pananjakan 1 bisa dicapai dari dua akses utama, Desa Ngadisari (Probolinggo) atau dari Tosari (Pasuruan). |
|
2 |
Biaya yang dikeluarkan untuk kendaraan dari surabaya ke Desa Ngadisari/Tosari sekali jalan sekitar Rp850 ribu. Untuk PP bisa dilakukan tawar-menawar. |
|
3 |
Pilihan lainnya pulang dengan menyewa kendaraan berbeda dari Ngadisari atau Tosari. |
|
4 |
Paket menuju Pananjakan 1 biasanya dimulai pukul 03.00 pagi dengan harga Rp550 ribu (Pananjakan 1 + Kawah Bromo) atau Rp650 ribu (Pananjakan 1, Kawah Bromo, pasir berbisik, savana). |
|
5 |
Harga homestay mulai dari Rp150 ribu. |
|
6 |
Dari tempat akhir parkir jeep bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menyewa kuda sekitar Rp150 ribu pp. |
SERUNI POINTSeruni Point dikenal juga dengan nama Pananjakan 2, terletak di Kabupaten Probolinggo. Pemandangan yang ditawarkan tidak kalah indah dengan Pananjakan 1. Semua lelah dipastikan akan terbayar.
|
|
AKSES |
|
1 |
Pananjakan 2 atau Seruni Point bisa ditempuh dengan memilih akses dari Surabaya ke Probolinggo atau Pasuruan. |
|
2 |
iaya tidak berbeda dengan akses ke Pananjakan 1. Kendaraan dari surabaya ke Desa Ngadisari/Tosari sekali jalan sekitar Rp850 ribu. Untuk PP bisa dilakukan tawar-menawar. |
|
3 |
Pilihan lainnya menyewa kendaraan berbeda dari Ngadisari atau Tosari. |
|
4 |
Harga homestay mulai dari Rp150 ribu. |
|
5 |
Dari tempat jeep parkir, perjalanan menuju puncak Pananjakan 2 bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menyewa kuda dengan kisaran harga sekitar Rp150 ribu pp. |
CEMORO LAWANGNash, ini tempat yang mesti disambangi. Untuk menuju dataran tertinggi di kawasan ini, bisa ditempuh dengan berjalan kaki melewati hamparan perkebunan wortel, tomat, kol, daun bawang, dll. Terbayang kan indahnya. Biasanya Cemoro Lawang didatangi sore hari. Menikmati matahari terbenam, hingga gelap membentuk siluet, sebelum hilang tertelan malam. Jika ke Cemoro Lawang sore hari, jangan lupa membawa senter. Lokasi ini biasanya didatangi wisatawan yang datang dari jalur Probolinggo dan Pasuruan, sebelum pagi-pagi menuju gardu pandang Pananjakan 1 atau Pananjakan 2. (*)