Kamis, 29 Januari 2026

Desa Adat & Sentra Kerajinan di Lombok yang Wajib Dikunjungi


 Desa Adat & Sentra Kerajinan di Lombok yang Wajib Dikunjungi Foto: dok arahdestinasi.com

ARAHDESTINASI.COM: Lombok kaya desa adat dan desa yang menjadi pusat kerajinan, baik tenun mau pun gerabah. Berikut 3 desa adat dan 2 desa wisata (sentra kerajinan) di Lombok yang wajib dikunjungi.

Desa EndeLokasinya sekitar 1 jam dari Kota Mataram, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tepatnya terletak di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Desa Ende merupakan salah satu desa adat yang banyak dikunjungi wisatawan karena keteguhan adat, seni, dan budaya. Sampai sekarang desa itu tidak menggunakan listrik. Rumah-rumah beratap rumbia, berlantai tanah yang sudah dipoles kotoran sapi dan bebek. Bau? Ternyata enggak loh. Kotoran itu menurut penduduk membantu mengusir nyamuk.

Wisatawan yang datang bisa berjalan-jalan menikmati rumah-rumah adat dan kegiatan warga. Jika pengunjung ramai, warga Desa Ende akan memainkan alat musik tradisional dan Tari Perisai. Tak ada ketentuan biaya dan tidak ada paksaan. Wisatawan yang melihat dan ikut berpartisipasi bisa memberikan uang secara sukarela. Desa Ende menawarkan pengalaman beraktivitas di desa adat dan juga menyaksikan seni dan budaya khasnya.

Desa SadeJika berkunjung ke Desa Ende jangan lupa mampir ke Desa Sade, desa adat yang sudah banyak dikenal wisatawan. Sebaliknya, jika berkunjung ke Desa Sade, jangan lupa mampir ke Desa Ende. Mengapa? Karena letaknya satu jalur dan berdekatan, hanya sekitar 10 menit berkendara.

Desa Sade disebut-sebut sebagai desa adat tertua, sudah ada sejak 1079. Lokasinya di pinggir jalan, begitu masuk wisatawan akan disambut pemuda yang akan mengantar mengelilingi kampung adat, dengan biaya sukarela. Desa Sade menawarkan pemandangan rumah-rumah adat, dan juga aktivitas sehari-hari, termasuk menenun. Di desa ini, beberapa rumah adat sekaligus berfungsi sebagai tempat menjual cindera mata. Mulai dari kain tenun hingga ukiran.

Desa Sade dihuni sekitar 150 kepala keluarga dengan mata pencaharian utama bertani. Para perempuan membantu ekonomi keluarga dengan menjual kain tenun karya mereka.

Desa Bayan BeleqDesa Bayan Beleq terletak di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara, atau sekitar 80 km dari pusat Kota Matara (sekitar 1,5 jam berkendara). Desa adat ini dikenal karena memiliki masjid yang konon dibangun pada abad 15. Masyarakat desa ini dikenal dengan ajaran Islam Watu Telu yang dulu banyak dianut Suku Sasak. Seperti desa adat Suku Sasak lainnya, rumah adat di desa ini beratap rumbia. Di siang hari para perempuan juga banyak beraktivitas menenun.

Desa SukararaKabupaten Lombok Tengah juga punya Desa Sukarara. Sebuah desa yang dikenal dengan produksi tenun dari bahan alami. Seperti halnya Suku Sasak pada umumnya, perempuan di Desa Sukarara harus bisa menenun. Memasuki desa itu wisatawan akan disuguhi kain tenun warna-warni plus para wanita Sasak yang asyik menenun hampir di setiap rumah. Wisatawan nusantara dan mancanegara banyak datang untuk melihat proses menenun, membeli oleh-oleh, bahkan belajar menenun.

Desa BanyumulekDesa Banyumulek terletak sekitar 15 km dari Kota Mataram. Merupakan desa yang menjadi sentra kerajinan gerabah khas Lombok, terletak di Kabupaten Lombok Barat. Bangunan rumah di desa ini sudah modern, disepanjang desa bisa dengan mudah ditemukan galeri yang menjual berbagai kerajinan gerabah. Wisatawan bisa membeli oleh-oleh sekaligus melihat proses pembuatan yang dilakukan para pengrajin. Beberapa tempat bahkan mengajak wisatawan untuk mencoba membuat sendiri kerajinan gerabah sederhana. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Jawa Tengah Terbaru