Rabu, 28 Januari 2026

Kirab Perahu Maulid Nabi, Warisan Budaya Takbenda Tangerang yang Jadi Daya Tarik Wisata


 Kirab Perahu Maulid Nabi, Warisan Budaya Takbenda Tangerang yang Jadi Daya Tarik Wisata Umat Islam mengikuti tradisi Ngarak Perahu di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten, Senin (16/9/2024). (Foto: Antaranews)

TANGERANG, ARAHDESTINASI.COM – Kota Tangerang menyimpan tradisi bersejarah yang terus hidup hingga kini: kirab perahu Maulid Nabi. Sejak tahun 1939, masyarakat Kampung Kali Pasir di bantaran Sungai Cisadane rutin menggelar arak-arakan perahu hias setiap memasuki bulan Rabiul Awal. Tradisi yang sarat makna ini bukan sekadar perayaan religius, tetapi juga telah berkembang menjadi daya tarik wisata budaya dan religi.

Sejarah Panjang Sejak 1939

Sejarawan Tangerang, Mushab Abdu Asy Syahid, mencatat bahwa kirab perahu sudah terdokumentasi dalam arsip masyarakat sejak 1939. Perahu-perahu dihias meriah, lalu diarak berkeliling kampung, pasar, dan gang-gang di sekitar Sungai Cisadane. “Tradisi ini lahir dari akulturasi budaya yang sudah lama hadir di Tangerang. Kirab perahu menjadi wujud syukur sekaligus sarana dakwah masyarakat setempat pada bulan Maulid,” tulisnya dalam Buletin Cagar Budaya (2022).

Nuansa Religi dan Kebersamaan

Kirab perahu tidak hanya menampilkan perahu hias, tetapi juga dilengkapi dengan lantunan selawat, barzanji, dan syair maulid dari Kitab Syaraful Anam yang dibacakan ulama setempat. Ratusan warga mengikuti prosesi ini, menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan. Tradisi ini biasanya juga diiringi dengan pembagian sedekah makanan atau buah tangan untuk masyarakat sekitar.

Usulan Warisan Budaya Takbenda

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berkomitmen menjaga tradisi ini agar tetap lestari. Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menyebut kirab perahu telah diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kota Tangerang. “Tradisi ini bukan hanya ekspresi keagamaan, tetapi juga simbol toleransi, harmonisasi sosial, dan identitas budaya Tangerang,” ujarnya dikutip dari laman tangerangkota.go.id

Menjadi Agenda Wisata Tahunan

Selain bernilai sejarah dan religius, kirab perahu kini juga menjadi agenda wisata budaya tahunan yang dinanti warga dan wisatawan. Tahun 2025, kirab akan digelar pada Kamis, 3 September, dengan rute dari Masjid Raya Al-A’zhom menuju Masjid Jami Al-Ittihad di kawasan Pasar Lama. Ribuan masyarakat diperkirakan hadir, dan panitia menyiapkan 1.447 porsi nasi kebuli gratis sebagai bagian dari kemeriahan acara.

Daya Tarik Wisata Religi di Kota Seribu Industri

Dengan keberadaan tradisi ini, Tangerang tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota dengan kekayaan warisan budaya. Kirab perahu menawarkan pengalaman wisata unik: menyaksikan akulturasi budaya, menikmati suasana religius, hingga merasakan kebersamaan masyarakat di tepian Cisadane.

Bagi wisatawan, kirab perahu Maulid Nabi menjadi bukti bahwa Tangerang memiliki potensi wisata religi dan budaya yang kuat. Tradisi yang telah berlangsung lebih dari delapan dekade ini kini berdiri tegak sebagai Warisan Budaya Takbenda, sekaligus ikon kearifan lokal yang layak dilestarikan dan diperkenalkan ke dunia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Indonesia Terbaru