Rabu, 28 Januari 2026

Kemenpar Siap Dukung Pariwisata Kabupaten Sula


  • Selasa, 10 April 2018 | 10:18
  • | News
 Kemenpar Siap Dukung Pariwisata Kabupaten Sula Jumpa pers persiapan event Festival Maksaira 2018 /Foto: dok Kemenpar

ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) siap mendukung promosi potensi destinasi pariwisata Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara. Secara demografi, Sula berada di antara perlintasan kawasan wisata Wakatobi dan Raja Ampat, sehingga sangat ideal dikembangkan sebagai wisata bahari (marine tourism) dan wisata minat khusus atau untuk para peminat diving.

“Kemenpar siap membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulaun Sula untuk melakukan kajian pasar. Terus terang hingga kini kami belum mempunyai kajian pariwisata tentang Kepulauan Sula. Karakteristik daerahnya mirip dengan Wakatobi dan Raja Ampat sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia, keduanya mempunyai pasar terbesar Jepang dan Eropa,” kata Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana didampingi Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes saat jumpa pers persiapan even Festival Maksaira 2018, di Gedung Sapta Pesona Jakarta.

Festival Maksaira 2018, akan berlangsung di Pantai Wai Ipa sampai dengan pantai Desa Bajo, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara pada hari Minggu, 15 April 2018, pukul 14.00-18.00 Menurut I Gde Pitana, Kabupaten Kepulaun Sula mempunyai potensi sebagai destinasi wisata bahari khususnya untuk diving dan fishing, namun demikian perlu dilakukan kajian secara holistik apa yang menjadi ciri khas dan keunggulan daerah tersebut, agar bisa dikembangkan menjadi wisata minat khusus.

Hendrata Thes menyatakan, Kabupaten Kepulaun Sula ingin berkembang sebagai destinasi wisata bahari dengan mengandalkan potensi yang dimiliki daerah, “Kami ingin beda dengan destinasi wisata bahari Wakatobi ataupun Raja Ampat. Untuk itu kami memerlukan dukungan Kemenpar melakukan kajian terhadap keunggulan destinasi Sula sebagai daya tarik pariwisata Kepulauan Sula,” katanya.

Kegiatan Festival Maksaira 2018, terang Hendrata Thes, sebagai event atraksi wisata budaya dan bahari telah memasuki tahun ketiga dan akan dicatatkan sebagai pemecahan rekor MURI untuk peserta memancing ikan kerapu terbanyak yang ditargetkan diikuti sebanyak 3.000 peserta di tahun 2018 ini, dimana tahun 2017 diikuti oleh 1.700 peserta.

Ciri khas dari festival ini adalah kegiatan lomba mancing ikan kerapu dengan lokasi mancing di Pantai Desa Wai Ipa hingga pantai Desa Bajo. “Upaya penciptaan Rekor Muri ini sebenarnya bukan yang pertamakalinya dilakukan, karena tahun 2015 penghargaan MURI pernah diraih oleh Kabupaten Kepulauan Sula untuk event membakar ikan secara bersama-sama sepanjang 15 kilometer.” (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru