Loading
Foto: Dok Biro Komunikasi Publikasi Kemenpar
ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong para pelaku UMKM pariwisata di wilayah Malang dan sekitarnya untuk memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru (BTS) semakin berkembang.
"Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat memfasilitasi para pelaku UMKM pariwisata di kawasan Bromo Tengger Semeru untuk memperoleh informasi terkait akses permodalan KUR. Detail persyaratan untuk mengakses program penguatan modal KUR dijelaskan oleh pihak bank, silakan gunakan dengan baik peluang ini," kata Henky Manurung, asisten Deputi Investasi Pariwisata, Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata, ketika melakukan Coaching Clinic Program KUR bagi pelaku UMKM Pariwisata Bromo Tengger Semeru di Malang, belum lama ini.
KUR untuk pariwisata diinisiasikan sejak 2018 dan diharapkan bisa dimanfaatkan dengan optimal oleh para pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari dipilih sebagai lokasi sosialisasi KUR, karena wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata favorit dengan daya dukung pelaku UMKM-nya yang terus bertumbuh.
Baca juga:
Ini Syarat KUR PariwisataIa mengatakan, upaya ini merupakan langkah nyata Kemenpar untuk membantu menumbuhkan ekosistem pariwisata khususnya di bidang investasi untuk area KEK Singosari melalui skema khusus pembiayaan dan permodalan yang terjangkau.
“KEK Singosari ini sengaja dipilih sebagai salah satu lokasi sosialisasi KUR karena diproyeksikan sebagai pengembangan kawasan dari salah satu 10 destinasi pariwisata prioritas nasional yakni Bromo-Tengger-Semeru. Ke depannya, KEK ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan sekitarnya.” kata Henky.
Henky mengatakan, KEK Singosari ditargetkan mampu mendatangkan 1 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) setiap tahun. Oleh karena itu, suksesnya pembangunan KEK ini diharapkan mampu memberikan dampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisman yang ditandai dengan adanya peningkatan durasi lama kunjungan dan tingkat pengeluaran wisman, sehingga pertumbuhan ekonomi di area Malang dan Bromo-Tengger-Semeru akan meningkat pula.
Untuk memastikan percepatan pembangunan KEK Singosari, Kemenpar terus berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga lainnya terkait pengembangan aksesibilitas, amenitas, dan atraksi yang berkualitas.
Dia menambahkan, sebelumnya kegiatan sosialisasi pemanfaatan KUR ini telah dilaksanakan di empat destinasi yang berbeda, yakni Humbang Hasundutan, Sumatera Utara; Magelang, Jawa Tengah; Kalianda, Lampung; dan Serang, Banten. Penyelenggaraan acara di empat destinasi tersebut memiliki misi yang sama yakni memacu para pelaku UMKM bidang pariwisata semakin produktif dalam meningkatkan usahanya.
Kegiatan sosialisasi dan coaching clinic yang digelar hari ini, diikuti sebanyak 75 pelaku UMKM di Kabupaten Malang, sebagai kawasan penyangga industri Bromo-Tengger-Semeru, yang terdiri dari para pengusaha homestay, penyewaan jeep, suvenir, dan lain-lain.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara yang turut hadir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya terkait penyelenggaraan kegiatan sosialisasi pemanfaatan KUR bagi para pelaku UMKM di area Bromo-Tengger-Semeru, khususnya di KEK Singosari.
"Kami berharap acara ini dapat meningkatkan motivasi rekan-rekan pelaku UMKM pariwisata di Malang dalam mengembangkan pariwisata daerah. Kini para pelaku UMKM pariwisata juga tidak perlu resah terkait kendala modal, karena program KUR adalah salah satu solusi masalah permodalan yang ditawarkan oleh Pemerintah", ungkap Made. (*)