Loading
Foto: dok arahdestinasi.com
ARAHDESTINASI.COM: Indonesia masuk peringkat keempat di antara 25 destinasi top dunia, dan menjadi nomor satu top destinasi di Asia versi TripAdvisor.
"Wisatawan melakukan perjalanan berdasarkan pencarian. Berdasrkan data, wisatawan Eropa lebih banyak memilih Thailand kemudian Indonesia, wisatawan Amerika memilih Jepang, China, dan Indonesia, wisatawan Timur Tengah memilih Thailand, Filipina, dan Indonesia. Sementara wisatawan Asia memilih Jepang dan Indonesia,”papar Destination Marketing North Asia TripAdvisor Gary Cheng saat menjadi pembicara di acara Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2019 yang digelar oleh Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) dan didukung oleh Kementerian Pariwisata di Jakarta baru-baru ini.
Meski pun dalam rincian paparan, Indonesia belum masuk 4 besar pencarian destinasi bagi wisatawan Eropa dan Amerika, namun sudah menduduki peringkat pertama pencarian wisatawan Timur Tengah, mengalahkan Malaysia dan China. “Data ini menunjukkan besarnya peluang yang bisa dioptimalisasikan Indonesia tahun depan,” ujar Cheng.
Baca juga:
Bali Jadi Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor, Menpar: Magnet Pariwisata GlobalRegional Business Development SEA Baidu.com Yu Yen-Te yang juga hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, mengatakan pihaknya memiliki teknologi artificial intelegence termasuk untuk face recognation system yang bisa membedakan gender, usia, dan keaslian foto untuk menjaring informasi mengenai wisatawan.
"Kami mendapati nitizen menyukai Bali. Pulau itu menduduki peringkat pertama top 5 destinasi pulau yang paling dicari dan diminati, disusul Phuket (Thailand), Nha Trang (Vietnam), Barocay (Filipina), dan Sabah (Malaysia),” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Yu Yen Te menyarankan agar saat berpromosi memperhatikan musim dan pola bepergian masyarakat China. Dia mengatakan, Tahun Baru China selalu terjadi lonjakan bepergian, karena saat itulah masyarakat China banyak mendapat bonus yang sebagian besar dialokasikan untuk bepergian.
Dalam presentasinya Yu Yen Te menginformasikan, pada Tahun Baru Imlek, sekitar 6,5 juta warga China melakukan perjalanan ke luar negeri dengan pertumbuhan pertahunnya mencapai 5,7% dengan pengeluaran mencapai US$ 54,4 juta dan terus naik tiap tahunnya sebesar 34,4%. (*)