Loading
Foto: Dok Kemenpar
ARAHDESTINASI.COM: Target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20 juta orang ditegaskan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, bukan semata tugas Kementerian Pariwisata.
“Pariwisata itu sektor multidimensi yang perlu didukung secara multidimensional, termasuk dalam hal investasi dan pembiayaan. Ini perlu dilakukan agar sektor jasa ini berkembang pesat, menghasilkan devisa, dan memperkuat neraca perdagangan kita. Pembangunan 10 destinasi prioritas yang diamanatkan Presiden untuk mencapai target itu, harus didukung secara multidimensional oleh seluruh unsur pemerintah dan swasta. Kementerian Keuangan mendukung melalui berbagai channel policy,” katanya ketika hadir sebagai keynote speech dalam Rakornas Pariwisata III Tahun 2018 di Hotel Raffles Jakarta (27/9).
Menkeu menjelaskan, untuk mendukung pembangunan di destinasi wisata unggulan khususnya 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP), yang kemudian dipilih 4 DPP sebagai superprioritas (Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Borobudur), membutuhkan dana investasi Rp 500 triliun yang sebagian dibiayai pemerintah dan diharapkan lebih banyak dari dunia swasta.
“Dari sisi dimensi aksesibilitas, pemerintah melalui masing-masing instansi teknis telah membangun insfrastruktur berupa jalan, rel kereta api, airport dan seaport. Juga air bersih, listrik, dan telekomunikasi. Dari dimensi amenitas, selain melakukan lewat belanja tak langsung, pemerintah juga memberikan dukungan melalui policy perpajakan, antara lain untuk perhotelan,” ujarnya.
Dukungan dalam dimensi atraksi juga dilakukan dengan mengalokasikan anggaran kepada kementerian dan lembaga teknis, misalnya, Badan Ekononi Kreatif (Bekraf). “Suksesnya acara pembukaan Asian Games 2018 yang menjadi trending topic dunia tidak lepas dari dukungan dalam anggaran APBN. Sukses dalam pembukaan itu menjadi ajang promosi pariwisata yang sangat efektif,” kata Sri Mulayani seraya mengatakan, dukungan langsung juga diberikan oleh Lembaga Pembiayaan seperti LPEI, PT SMI, PT SMF dan PT PII (BUMN) di bawah Kemenkeu.
Sri Mulyani hadir di acara Rakornas hari kedua bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang memberikan keynote speech dengan tema Kebijakan Pemerintah dalam Mendukung Dunia Usaha Pariwisata.
Pada hari kedua Rakornas Pariwisata III Tahun 2018, dilakukan penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Menpar Arief Yahya dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati, MOU Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Paiwisata dengan LPEI, PT SMI, PT SMF, PT PII, MoU antara Kemenpar dengan Pemda Manggarai Barat, dan Kemenpar dengan KADIN Indonesia. (*)