Rabu, 28 Januari 2026

Terminal 1 & 2 Soekarno Hatta Khusus untuk Pesawat Budget


  • Senin, 23 Juli 2018 | 07:22
  • | News
 Terminal 1 & 2 Soekarno Hatta Khusus untuk Pesawat Budget Foto: Dok arahdestinasi.com

ARAHDESTINASI.COM: PT Angkasa Pura II telah berkomitmen mengembangkan Low Cost Carrier Terminal (LCCT) di Indonesia. Rencananya Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang akan dikembangkan menjadi bandara khusus LCCT.

“Sebenarnya PT Angkasa Pura II sudah memiliki LCCT, yakni Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta. Ke depan kami programkan Terminal 1 menjadi full LCCT penerbangan domestik, sedangkan Terminal 2 full LCCT untuk penerbangan domestik dan internasional,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Dia menambahkan, anggaran revitalisasi yang dialokasikan untuk kebutuhan tersebut sebesar Rp1,9 miliar untuk Terminal 1 dan Rp1,8 miliar untuk Terminal 2, sehingga total menjadi Rp 3,7 miliar.

Kejar 20 Juta WismanPada kesempatan terpisah Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan telah bertemu dengan Dirut PT Angkasa Pura II. “Dari pertemuan tersebut kitabtahu pengembangan LCCT yang paling memungkinkan adalah terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.”

Kementerian Pariwisata terus berupaya menggandeng berbagai pihak untuk mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Baru-baru ini, Menpar menjelaskan bahwa mendatangkan 20 juta wisman hampir pasti tidak akan tercapai, jika menggunakan cara yang biasa. “Hasil yang luar biasa hanya bisa ditempuh dengan cara yang tidak biasa! LCCT ini adalah salah satunya,” tambah Menpar.

Dia menjelaskan, pertumbuhan penumpang internasional setiap tahunnya rata-rata 13 persen per tahun. Dari angka tersebut, pertumbuhan penumpang yang menggunakan layanan Full Service Carriers (FSC) sekitar 7 persen. Sedangkan Low Cost Carriers tumbuh 55 persen per tahun.

“Terminal LCC paling tepat karena pertumbuhan trafiknya di atas 20 persen dan sejalan dengan target pertumbuhan pariwisata 21 persen. Sedangkan kalau mengandalkan Full Service Carrier Terminal (FSCT) seperti Garuda di bawah 5 persen, sehingga sulit diandalkan untuk mencapai target pariwisata,” jelasnya.

Dengan adanya terminal LCC, maka maskapai bisa memotong biaya operasional hingga 50 persen, namun akan memiliki trafik yang meningkat dua kali lipat. Seperti diketahui Passenger Service Charge Terminal 2 domestik Soekarno Hatta Rp 85.000 dan Terminal 2 Internasional Soekarno Hatta Rp 150.000.

“Sebanyak 45 maskapai LCC potensial yang belum terbang ke Indonesia. Contohnya Indigo (India) Vietjet (Vietnam). Mereka tidak mau karena Airport chargenya mahal. Hingga saat ini AirAsia yang sudah komitmen. Dimanapun ada LCCT AirAsia siap akan terbang,” ujarnya.

Manfaat keberadaan LCCT dapat terlihat dari pertumbuhan grafik destinasi yang dikunjungi wisatawan di beberapa negara. Sebagai contoh, Jepang telah memulai pengembangan LCCT sejak 2012. Dengan mengembangkan LCCT, wisatawan inbound ke Jepang sejak 2011 hingga 2015 tumbuh 33%, dan tahun 2017 mencapai 28,7 juta turis dengan pertumbuhan tertinggi di dunia. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru